Jane dan Dunia Peri Jagung (3)

Laili Miftahur Rizqi
Karya Laili Miftahur Rizqi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Februari 2016
Jane dan Dunia Peri Jagung (3)

?Karung ? karung jagung. Harus kutemukan dan segera pergi dari sini. Tapi di mana ?? Jane meraba-raba tanah di dekatnya. Namun, karung itu tidak juga nampak. Wajah Jane berubah panik. ?Daddy akan marah jika dia tahu ada karung jagung milik pelanggannya yang hilang. Argh, bagaimana ini??

?Apa itu yang kau cari??

Jane menatap serangga itu sebentar ? merasa aneh karena ada hewan yang bisa bicara ? kemudian menoleh ke belakang mengikuti telunjuk si serangga. Pemandangan selanjutnya membuat Jane lebih syok lagi. Karung di hadapan Jane menjadi jauh lebih besar. Raksasa. Jangankan untuk membawa satu karung pergi, mengangkat satu butir biji jagung pun Jane belum tentu sanggup.

?APA INI?! Serangga yang bisa bicara dan jagung raksasa,? Jane kehilangan kontrol, ?Pasti cuma mimpi! Jane, bangunlah, bangun!? Dia menampari pipinya sendiri sekuat tenaga. Kemudian, ?Aww!?

?Ini bukan mimpi,? ujar serangga hijau yang sedari tadi mengamati perilaku anehnya.

?Lalu apa? Pasti kau yang membuatnya menjadi seukuran itu. Cepat kecilkan!? tuduh Jane.

?Sebenarnya bukan karung itu yang membesar, tapi kau yang mengecil.?

?Hah?!?

?Sebaiknya kau ikut aku sekarang.?

?Tidak!? Jane memasang wajah penolakan meski dia sebenarnya tidak punya pilihan lain. Suasana hutan terlalu mencekam bagi seorang anak perempuan yang tidak tahu jalan pulang.

?Jika aku berniat jahat, aku sudah melukaimu dari tadi.?

Jane pun menurut dan mengikuti langkah kaki serangga di hadapannya yang juga berjalan tegak.

Dengan cepat, mereka menyusuri barisan pohon yang menjulang tinggi dan juga menyeberangi sungai melalui jembatan kayu yang melengkung.

?Dunia dongeng ?? Jane berbisik.

Serangga hijau itu hanya menoleh sebentar lalu terus melanjutkan langkahnya.

Tak lama, mereka tiba di hadapan satu rumah sederhana berlapis jagung di setiap dinding, atap, hingga pintu. ?Ini hanya tiruan,? Jane mengonfirmasi dari dekat.

?Tentu saja. Kami tidak pernah menggunakan jagung asli. Masuklah.? Serangga itu membuka pintu.

Lalu, mereka berada di dalam ruangan dan disambut dengan tarikan napas kaget dari seluruh penghuninya. Untuk ke sekian kalinya, Jane kembali terkesiap. Kali ini karena di hadapannya sedang duduk beberapa serangga hijau lain.

?Tidak adakah manusia di sini?? Jane berbisik pada dirinya sendiri.

Baik Jane maupun para serangga tidak tahu apa yang harus dilakukan.

?Sloan, hubungi rekan yang lain untuk memindahkan tumpukan jagung di tengah hutan. Gadis ini ?? Si serangga hijau berpaling ke arah Jane, memiringkan kepala, seolah bertanya nama.

?Um, Jane.?

?Jane yang membawanya. Aku belum mengerti mengapa portal terbuka. Padahal belum saatnya.?

?Tidak mungkin! Apakah ini pertanda?? Satu serangga hijau berdiri panik.

?Terlalu dini untuk mengambil kesimpulan, Dave. Saat ini yang perlu kita lakukan adalah membersihkan tumpahan sekarung jagung di tengah hutan dan menyembunyikan gadis ini. Aku tidak ingin ada yang melihatnya dan membuat seisi negeri menjadi panik. Hei, cepatlah, Sloan!?

Yang diperintah segera keluar ruangan, menghubungi beberapa serangga lain, dan secara sembunyi-sembunyi menembus kegelapan bergerak menuju hutan.

Di tengah suasana yang mendadak menjadi hening, Jane berujar, ?Hmm, apa tidak keberatan jika ada yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi??

Salah satu serangga wanita dewasa menyilakan Jane untuk duduk di sampingnya, bersama yang lain berhadapan dengan meja bundar dengan ornamen jagung di setiap permukaan.

Sambil mondar-mandir, Luke berkata, ?Ini bukan dongeng seperti yang kau gumamkan tadi, apalagi mimpi. Ini nyata. Sekarang kau ada di negeri kami, bangsa Aphid ??

?Aphid? Maaf, apa??

?Nama yang sama dengan serangga hama jagung. Secara bentuk, kami memang mirip tapi tentu saja kami berbeda ??

Jane masih belum memiliki ide tentang di mana atau dengan siapa dia saat ini.

?Ya, kami berbeda ? mmm, bagaimana mengatakannya ??

?Apa bedanya?? potong Jane.

?Kami punya kekuatan magis.?

?Kau pasti bercanda!? Jane mengibaskan tangannya. ?Melihat serangga yang bisa bicara saja sudah aneh buatku. Sekarang kau bilang bahwa kalian punya kekuatan ajaib, huh??

?Justru itu!?

?Justru itu apa??

?Kau masuk ke dunia kami, serangga yang bisa bicara. Ukuran dirimu bahkan berubah menjadi sangat kecil, ??

?Tidak, jagung itu yang membesar!? Jane bersikeras.

?Sudah kubilang bukan jagung tetapi ka- ah sudahlah, percuma menjelaskannya padamu. Dave, bawa dia ke kamarnya.?

Serangga hijau lain bernama Dave bergerak mendekati Jane dan menggenggam kedua lengannya.

?Wow wow wow, t-tunggu!? Jane mengangkat tangannya tinggi-tinggi, meminta waktu. ?Baiklah. Pertama, tidak sopan jika kau bertemu dengan orang asing yang sudah mengenalkan dirinya dan kau bahkan tidak memberi tahu namamu.?

?Luke.?

?Maaf??

?Luke. Namaku Luke.?

?Oh, oke, Luke.? Jane mengibaskan bahu, melepaskan dirinya dari cengkeraman Dave.

Dave melirik pada Luke dan Luke memberikan isyarat padanya untuk melepaskan Jane.

?Terima kasih. Kedua, setelah kupikir-pikir ada baiknya aku mendengarkanmu dan coba memahami ada apa sebenarnya. Jadi, apa kau tidak keberatan jika aku memintamu untuk menjelaskan sekali lagi?? Jane menyeringai kecil dan berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekati Luke yang berdiri di tengah ruangan.

Luke melirik sebentar pada Jane. ?Hmm, baiklah.? Ia menghela napas. ?Semua yang hidup di negeri ini tidak pernah berukuran lebih besar dari biji jagung karena kami sangat menghormati jagung. Peraturan yang sudah ada sejak puluhan ribu tahun. Itulah kenapa karung dan jagung yang kau bawa kemari tidak ikut mengecil bersamamu.?

Jane mengangguk-angguk sambil terus berjalan. Kini langkahnya berada di belakang tubuh Luke yang masih terus memberi penjelasan.

?Kami tidak jahat seperti hama aphid. Mereka hanya menghisap sari biji jagung dan merusak daunnya. Setelah makan sedikit sari jagung, kami menggantinya dengan menyuburkan tanaman jagung dengan ? apa aku sudah bilang soal kekuatan magis??

?Oh, ya ya ya.? Jane kaget. ?Tapi kami ? manusia ? mengira penyerbukan dilakukan oleh pupuk.? Jemari Jane mulai menggenggam engsel pintu yang berbentuk seperti tongkol jagung yang belum dikupas kulitnya.

?Hahaha tentu saja itu tidak benar. Kebohongan yang tetap dijaga oleh para peri sebagai kamuflase agar pekerjaan kami tidak terdeteksi manusia. Setiap tanaman memiliki perinya sendiri. Kami juga sering disebut sebagai Peri Jagung ??

?Benarkah? Kalau begitu baiklah, sampai jumpa Peri Jagung!? Jane bergegas membuka pintu dan menyeruak keluar ruangan. Ia melarikan diri.

Tapi baru saja berada di ambang pintu, tubuhnya menabrak sesuatu. ?Ouw!? Jane berjongkok sembari memegangi kepalanya.

?Semua biji jagung di tengah hutan sudah selesai kami bereskan, Yang Mulia.? Sloan berujar.

?Yang ? Yang Mulia? Lelucon macam apa i- aduh,? Jane masih merasa kesakitan.

?Berapa kali harus kubilang, jangan panggil aku dengan sebutan itu!?

Jane menahan tawa dan gesit berdiri. Seketika rasa sakit di kepalanya menghilang. ?Kau? Putera mahkota? Apa tidak salah??

Luke yang menahan malu kembali memerintahkan Dave untuk menggiring Jane.

?Hei, lepaskan aku!? Jane memberontak. ?Yang Mulia, kalau benar kau adalah pewaris tahta, perintahkan serangga ini untuk melepaskanku, hei!?

Dave justru mengencangkan sergapannya dan mulai menyeret Jane.

Jane terus berusaha melepaskan diri dan berteriak.

?Maafkan aku, sementara ini kau harus bersembunyi dari bangsa Aphid yang lain.? Luke meletakkan jemarinya di dagu dan kepalanya menunduk. Ia berpikir

?Daripada mengurungku, lebih baik kau mengembalikanku pulang. Aku berjanji aku tidak akan pernah menampakkan diri di hadapan kalian lagi!?

?Tidak bisa sekarang.? Luke berpikir semakin keras.

?Kenapa? Bukankah kau si ?Yang Mulia? dan berkuasa?? Jane memutar bola matanya dan mengeluarkan nada ejekan.

?Portal sudah tertutup, kita tidak tahu kapan ia kembali terbuka, dan berhenti memanggilku Yang Mulia!? Luke membentak. Telunjuknya mengarah tepat di depan hidung Jane. Napasnya terdengar menjadi lebih berat. Dan ia memerintahkan Dave untuk bergegas membawa Jane menuju ruangan yang telah disiapkan.

Wajah Jane berubah menjadi memusuhi. ?Ini penculikan! Lihat apa yang akan kau terima jika Daddy menemukanku di sini. Hei, lepaskan aku! Lepaskan ?? Perlahan suara Jane hanya tinggal menyisakan gema dari balik lorong.

Jane dan Dunia Peri Jagung (2)

  • view 192