ZAKAT DAN HARTA DUNIAWI

Ishak MPI
Karya Ishak MPI Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Februari 2016
ZAKAT DAN HARTA DUNIAWI

Manusia diciptakan ke dunia untuk memakmurkan bumi. Seperti itulah makna salah satu ayat dalam Al-Quran. Tugas manusia itulah yang terkadang dijewantahkan dalam berbagai macam hal, terutama dalam hal mengumpulkan harta duniawi. Harta dunia memegang peranan penting dalam kelangsungan beberapa aspek sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan manusia. Namun, dengan aktivitas mengumpulkan harta membuat manusia terkadang lupa dengan sikap dan peran sosialnya di tengah masyarakat luas, terutama dalam hal pelaksanaan kewajiban agamanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas mencari harta dunia menjadikan sifat individualis. Sebab banyaknya persaingan dalam memperbanyak dan menumpuk sebanyak mungkin harta untuk kepentingan pribadi dan keluarga alias kerabat dekatnya.

??????????? Ketika belajar dari beberapa kisah orang-orang yang tamak dengan harta duniawi seperti Qorun dalam Kisah Nabi Musa dan ummatnya, maka mungkin kisah itu akan membuat kita tersadar bahwa harta duniawi hanyalah media untuk lebih mendekatkan diri ini sebagai hamba Tuhan Sang pemberi reski. Qorun yang merupakan pengikut Nabi Musa yang awalnya sangat taat dan patuh dalam agama. Namun setelah harta yang dimilikinya semakin bertambah maka hal itulah yang pada akhirnya membuat ia semakin lupa akan Tuhan dan kewajibannya. Ia semakin tamak, sombong, dan durhaka.

??????????? Qorun menganggap bahwa semua harta yang ia dapatkan merupakan hasil kerja kerasnya setiap hari, bukan reski atau pemberian dari Tuhan sang pemilik jagat raya. Ketika Nabi Musa menyerukan untuk mengeluarkan zakat sebagai kewajiban agama, maka Qorun berkata ?Mengeluarkan zakat akan mengurangi harta saya?. Selain mengatakan hal tersebut dia juga menuduh Nabi Musa memerasnya. Terlebih setelah dia mengetahui bahwa Fir?aun juga membenci Nabi Musa dan para pengikutnya, maka ia menjalin kerjasama dengan Fir?aun untuk menjatuh wibawa Nabi Musa dihadapan masyarakat.

??????????? Dari ketamakan seorang Qorun maka Tuhan membenamkan semua harta dan rumahnya ke dalam bumi. Dan Tuhan pun berkata bahwa ?Tidak seorang pun yang bias menolong dan membela dirinya dari azab Allah SWT?. Begitu banyak kisah dalam hidup ini yang sebenarnya bias membuat kita sebagai pengikut suatu ajaran agama untuk tidak larut dalam mengejar harta dunia.

??????????? Kisah Qorun dan harta dunia yang ia miliki bukan hanya terjadi di masa lalu. Di Zaman modern saat ini dan mungkin beberapa zaman ke depan akan ada orang yang lebih tamak dan rakus lagi dari seorang Qorun itu.

??????????? Saat ini kit bisa perhatikan secara seksama betapa banyak orang yang lupa dengan kewajiban agamanya mngeluarkan zakat untuk mereka yang kurang mampu. Kesibukan mencari harta dunia membuat banyak diantara kita bahkan yang tidak kenal dengan tetangga yang nota bene rumahnya berdampingan dengan kediamannya. Kemegahan dunia memang memancing diri kita untuk memiliki apa yang menjadi keinginan kita sebagai manusia, tapi kita lupa dengan apa yang menjadi kebutuhan kita akan harta. Sikap bangga akan pekerjaan menjadikan diri kita sebagai petarung dan menghalalkan segala cara agar keinginan kita akan harta bisa terpenuhi bagaimana dan sesulit apapun hambatan dan rintangan menhadang kita untuk meraihnya.

??????????? Keinginan untuk membangun dan memiliki istana, rumah pribadi yang megah, gedung-gedung bertingkat, proferti-proferti, kendaraan, dan gadget-gadget dan bahkan smartphone paling tidak yang membuat ?manusia modern? saat ini lupa akan kewajiban mengeluarkan harta yang berupa Zakat kepada orang yang kurang mampu.

??????????? Faktor kurangnya kesadaran (awareness) dan perenungan (taffakkur) akan perintah agama dan realitas sosial kemasyarakatan sehingga kewajiban itu tidak dilakukakan. Pemenuhan kepemilikan harta duniawi dan kurangnya kesadaran dan perenungan itulah yang menjadikan Qorun dan beberapa kisah lainnya dalam Islam dibenamkan Tuhan dalam perut bumi.

??????????? Padahal kalo kita pelajari bersama potensi zakat fitrah dan zakat mal punya peluang besar dalam mengurangi dinamika sosial saat ini, seperti kelaparan dan kemiskinan yang semakin hari semakin membengkak jumlahnya terkhusus di tanah air tercinta ini. Begitu banyak saudara-saudara kita yang kelaparan, sakit, dan tidak bisa menempuh pendidikan sebagaimana menjadi keinginan yang begitu besar buat mereka.

??????????? Masihkah banyak diantara kita yang sadar akan kewajiban zakatnya?? Ataukah mesti/perlu selalu diingatkan, diinfokan, dan dikhutbahkn disetiap kali menjelang ramadhan dan akhir ramadhan?? Kalaupun harus selalu dengan hal itu, lantas dimanakah ?kesadaran Tauhid? yang kita miliki.

?

?

?

Artikel by: Izhak ?Callunk?

Dilihat 142