RIMA

Ishak MPI
Karya Ishak MPI Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 Februari 2016
RIMA

??????????????? Mahasiswi baru di salah satu kampus swasta di kota ini. Centil, periang, dan pintar. Tatapannya sayu mendayu bila melihat bola matanya yang putih hitam. Senyumannya yang ramah menyapa. Seolah berkata-kata tanpa sekatapun yang terlontar dari bibir tipisnya. Wajahnya manis menggoda. Dihiasi tahi lalat yang menempel di kiri wajahnya. Menambah anggun dan indah wajahnya. Kali ini rambut di tutupi kerudung biru yang menjadi cirri khas seragam kampusnya. Keyakinan dalam batin seolah menggambarkan kalau rambutnya seindah wajah ayunya. Panjang atau sebahu masih menjadi tanya bagiku. Tinggi tubuhnya tidaklah tinggi. Layaknya model suatu majalah ternama, ataukah model iklan di TV. Tapi dengan tinggi yang cukup, terlihat tidak ada yang kurang dari perawakannya.

??????????????? Aku yang mendapat tugas mengajarinya dalam satu mata kuliah juga luput untuk memperhatikannya. Boleh dikata di mata kuliah saya, ia tergolong istimewa. Istimewa sebab ia selalu lebih dulu mengerti setiap pembahasan materi yang saya ajarkan. Terkadang aku mendekat dihadapannya hanya tuk mendengarkan dengan cermat pernyataan yang ia ucapkan kepadaku dan kepada teman-temannya.

??????????????? Seperti itulah percakapan yang sering terjadi antara dia dan aku. Seorang mahasiswi dan pengajarnya. Aktivitasnya sebagai mahasiswi berjalan sebagaimana adanya. Begitupun apa yang menjadi aktivitas saya. Satu semester berjalan dengan cepat sampai pada saat final test tiba. Keakraban kami bermula ketika semester berlanjut. Semester selanjutnya saya berlakukan supaya setiap tugas yang saya berikan kepada mahasiswa di kirim melalui Facebook. Disetiap mengirimkan tugas mahasiswa harus mengkonfirmasi kepada saya, apa tugasnya sudah terkirim ke akun saya atau belum.

??????????????? Pengiriman tugas di pertama kali itulah keakraban kami berdua terjadi. Hanya sekedar konfirmasi tugas yang ia kirim berlanjut ke orbrolan yang hanya berupa intermezzo saja. Bertukar pin BBM pun tidak terhindarkan. Dari sanalah obrolan kami berlanjut. Berbagai macam obrolan yang bisa diperbincangkan satu sama lain menjadi aktivitas chating kami.

??????????????? Pertemuan dengannya memang selalu terjadi. Tapi dia tidak sendiri. Selalu ada sahabat karibnya yang selalu dia temani ke manapun ia pergi. Entah untuk kegiatan kampus ataukah tuk sekedar jalan-jalan dan kegiatan mengisi perut di warung yang menjadi favoritnya. Bertemu dengannya seorang diri baru terjadi ketika saya mengajaknya tuk olahraga. Menikmati udara sore hari sambil jogging di pelataran gedung olahraga yang rimbun akan pepohonan.

??????????????? Di sore hari yang cerah, ketika kami bersepakat tuk bertemu di tempat itu. Dia datang, tapi kali ini pun tidak sendiri. Ia diantar oleh dua lelaki yang seumuran dengannya. Setelah berjabat tangan satu sama lain. Saya sudah menebak, kalau salah satu diantara dua lelaki yang mengantarnya sampai ke kompleks gedung olahraga itu adalah kekasihnya yang luput dari percakapan intens kami di social media. Dari saling sapa dengan kekasihnya itulah hati dan pikiran ini mulai gelisah dan kecewa. Tiba-tiba dibenakku timbul pertanyaan. ?Kenapa yah kok aku bisa lupa tuk menanyakan hal ini kepadanya??.

??????????????? ?Hai kak?. Begitu dia menyapaku.

??????????????? ?Hai jg?. Kubalas ucapan itu dengan senyum. Teman dan kekasihnya pun berkata akan segera pergi. Mereka hanya mengantar Rima ke tempat itu.

??????????????? Setelah teman dan kekasihnya pergi, barulah saya mengajaknya tuk berlari-lari kecil. Sayapun mulai bertanya. ?Oh? ternyata kamu sudah memiliki kekasih hati yah??. ?iya, baru satu minggu kami berhubungan. Emangnya kenapa??. ?Nggak, saya hanya sekedar bertanya?. Diikiranku sebenarnya masih banyak pertanyaan. Sebagai pertanda kalau saya penasaran. ?Kalu dia punya kekasih kenapa yah dia mau diajak olahraga bareng denganku?. Dan kenapa sahabatnya yang tempo hari juga tidak ikut bersamanya dan ikut bergabung dengan kami??. Tapi pertanyaan itu saya simpan saja tanpa aku lontarkan kepadanya dan berharap sore itu cepat berlalu dan berganti malam tuk mengurangi kesan yang bisa terjadi antara saya dan dia.

?

BERSAMBUNG?..Part II

?

  • view 78