Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 11 Mei 2016   12:56 WIB
MASIH SAMA

Kata tak pernah mewakili cinta

Kau hanya pencari jalan

Batu kerikil nan tajam menyakitkan

Gampang tuk melumpuhkan langkah kaki yang lemah…

 

Jalan setapak, lorong berkubang lumpur akan menjadi santapan

Bajumu bernoda entah berkali-kali pun kau bersihkan

Hakikat raga selalu berbicara, memperjelas siapa, knapa, di mana kita sedang berpacu…

 

Di pusara kehidupan

Semua memainkan paradoksnya sendiri-sendiri

Kebohongan menjelma menjadi kejujuran, kesalahan berubah jadi kebenaran

Kepalsuan menggunung di sana-sini bagai sampah yang menyekat hidung

Menghindar melelahkan jiwa yang juga telah terinfeksi…

 

Berteriak dan berkoar-koar hanya menjadi angin lalu

Tidak menyejukkan apalagi mengilhami

Inti sebuah pencarian kini menjadi samar

Sebab petunjuk kehidupan telah berubah menjadi sabda kepentingan…

 

Berujung di mana semua basa-basi kehidupan tuk pencari cinta

Bukan di ujung nalar yang kadang membeku

Menelanjangi diri bersama guru kehidupan

Bisa menjadi alternatif, walau bukan solusi

Sebab ajaran kehidupan mesti dari sang Maha Guru

Di mana dan bagaimana memainkan peran jadi diri

Putar petunjuk arah kalau sumbu telah mati fungsi…

 

 

25 April 2016

Karya : Ishak MPI