Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 11 Mei 2016   12:39 WIB
Diamnya Sang Intelektual

Kali dia termangu, meratapi, dan merasapi

Tatapan sayu mendayu, kosong, senyap di ruang berdebu

Hanya ingin berteman sepi, duka, derita yang dibingkai dalam satu cerita

Sapaan hanya dibalas dua tiga rangkai kata

Bukan soal Nusantara yang meringis dengan drama politik usangnya

Tapi asmara…

 

Mati dalam cinta berarti mati dalam langkah, karya dan perjuangan

Mati dalam cinta berarti hilang inovasi, kreasi dan ambisi

Mati dalam cinta berarti misi, visi dan ideologi menjadi absurb entah ke mana

Lumpuh separuh hidup, kendali entah di pegang oleh siapa

Pisau analisa menjadi tumpul bukan karena tak terasah

Tapi cinta bukan soal logika semata…

 

Mata hati ataukah libido dalam raga yang menjadi pertarungan

Rasio akhirnya bermata dua, ingin membelah siapa dan melumpuhkan siapa?

Perjuangan Sang Intelektual memang selalu miris di sudut mata

Kemaslahatan ummat bukan wacana yang mengasyikka bila asmara tak lagi menyapa

Sebab ia bagai energi dari dimensi yang tak terdeksi oleh indrawi…

 

Cobalah menyapa di lain waktu

Bila tak ingin ikut termangu dan menyepi bersama kesepian hati sang intelektual

 

21 April 2016

Karya : Ishak MPI