ANAK ZAMAN

Ishak MPI
Karya Ishak MPI Kategori Budaya
dipublikasikan 11 Mei 2016
ANAK ZAMAN

Aku sungguh bersimpati

Duhai kau harapan bangsa

Kau di dewasakan secepat itu

Harusnya kau bermain dengan pikiran dan hati yang merdeka

Bermain dengan irama alam

Derai air hujan layaknya menjadi sahabat karibmu

Tanah yang kau duga kotor harusnya menjadi akrab dengan pakaian dan kulitmu

Harusnya kau akrab dengan bunga-bunga yang berwarna-warni

Tapi kini taman bukan lagi menjadi taman dalam imajimu

Taman kini menjadi urusan tukang kebun dan tukang bersih-bersih yang dibayar murah
Dibayar oleh pemilik kepentingan yang tak mengerti kebutuhan dan ambisi yang polos

Telapak tanganmu selalu mulus tak prnah merasakan kuatnya akar rumput yang kecil

Rumput-rumput mungil yang selalu tumbuh bersama dengan bunga di taman

Taman kau singgahi tiap hari sungguh menyedihkan

Mengerikan dan menakutkan bila kau mengerti arti hidup di usiamu yang belia

Tapi arti hidup di usiamu telah dikaburkan

Seolah bukan itu lagi yang kau butuhkan

Arti menyiram bunga, memungut sampah dan menyapu taman ada kebiasan langka

Kau hanya dipaksa mengerti huruf dan angka, sesuatu yang abstrak di sudut pikirmu

Entah siapa yang akan membebaskanmu dari kepentingan zaman?

Harusnya kau bermain dengan alam, menari dan bernyanyi dengannya

Bukan musik yang di format dengan alat canggih tapi tak sarat makna

Makna hidup di usiamu hanya metapora

Sungguh miris memikirkan nasib anak zaman yang terpenjara…

 

 

April 2016

  • view 55