Kamu Cantik. Terus Aku Harus Apa?

Abdullah Ibnu Jharkasih
Karya Abdullah Ibnu Jharkasih Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Februari 2016
Kamu Cantik. Terus Aku Harus Apa?

Kamu Cantik. Terus Aku Harus Apa?

Setelah menulis judul tulisan ini, tiba-tiba aku teringat sebuah hadist yang diriwayatkan oleh?Imam Bukhari?dan Imam Muslim?dari Abu Hurairah tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat. Salah satunya, sabda?Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam, adalah?seorang lelaki yang diajak wanita untuk berbuat ?yang tidak baik?, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, ?Sungguh aku takut kepada Allah?.

Sungguh tidak ada sedikit pun hasrat diri untuk menyalahkanmu atas semua ini. Kamu cantik, sebenarnya itu adalah urusanmu. Aku mau melihatnya atau tidak itulah urusanku. Hanya saja, ada satu yang aku takutkan terhadap kecantikanmu, aku takut salah mengambil sikap menghadapinya.
Apakah memandang dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan, berupa kamu, adalah baik bagiku?
Ataukah menundukkan pandanganlah yang lebih baik?

Kamu cantik. Terus aku harus apa?

Bukan salahmu untuk menjadi cantik. Bukan juga salahmu saat kecantikanmu itu terekspos media dan aku bisa melihatnya. Bukankah menjadi cantik baik untukmu? Dan sebagai seorang lelaki pun aku menyukai kamu yang cantik. Aku sudah bisa merasa senang hanya dengan mengetahui bahwa ternyata kamu cantik.

Namun terkadang aku juga bertanya kepada hati nuraniku, apa gunanya aku melihat kamu cantik?
Apa untungnya bagiku mengetahui bahwa kamu cantik?
Apakah itu bisa meningkatkan keimananku?
Apakah dengan itu aku bisa memiliki derajat yang tinggi di sisiNya?
Akankah kelak aku bisa mendapatkan naunganNya di hari yang tidak ada naungan selain naunganNya?
Dan beribu-ribu baris pertanyaan lainnya yang akhirnya membuat aku mengingkari bahwa yang kulakukan ini benar.

Akulah yang salah, tidak mengacuhkan dirimu saat pertama melihatmu. Aku yang salah, yang hanya peduli memberi makan egoku. Mungkin aku yang salah, saat aku mulai mengagumi kecantikanmu. Ahh, kamu emang cantik, dan aku hanya harus merasa bersalah.

Biar aku saja yang salah. Kamu jangan. Kamu tak akan sanggup.

Kamu cantik. Terus aku harus apa?

Sekarang terserah kamu saja, kamu mau secantik apapun aku tidak akan peduli lagi.
Kamu mau seberapa banyak pun orang tahu bahwa kamu cantik, aku tidak akan peduli lagi.
Kamu mau cantik kapanpun, dimanapun, bagaimanapun caranya, dan untuk siapapun itu urusanmu.
Maka sekali lagi aku katakan dengan tegas, Aku Tidak Peduli.
Terserahmu sudah. Terserahmu!

Tapi tolong ingat ini, kamu jangan salah.
Kamu jangan salah lagi. Biar aku saja yang salah. Kamu tak akan sanggup.

Ini hanya masalah aku, egoku, dan gejolaknya.

Saat nanti aku melihatmu lagi, Aku hanya ingin mampu mengucapkan, ?Sungguh aku takut kepada Allah?.

  • view 339