Salam Perkenalan, Aku Ibnu Jharkasih

Abdullah Ibnu Jharkasih
Karya Abdullah Ibnu Jharkasih Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Februari 2016
Salam Perkenalan, Aku Ibnu Jharkasih

Ah, sambil berkenalan dengan penduduk inspira.co, sekarang aku mau iseng-iseng dulu bikin tulisan spektakuler. mudah-mudahan emang iya ya. haha
?
Jika Suamimu adalah Seorang Ibnu Jharkasih

Aku tau kau akan berfikir ?apa-apaan ini?? atau sekedar berekspresi ?what is right with you??. Tak apa-apa, bertingkahlah semau terserahmu, karena sekarang kita masih belum punya hubungan apa-apa. Kau baru akan mengerti nanti setelah aku menjadi suamimu, pria yang selalu engkau sebut dalam doamu dengan malu-malu dan penuh harap. Aku tau itu, karena kamu juga sering kuharapkan hadir dalam hidupku melalui doaku. Aku memang tak menyebutkan namamu, karena memang tidak tahu. Tetapi aku yakin tuhan tahu bahwa itu adalah kamu.

Boleh aku mengatakan ?azzzeeek?? biasanya kalau aku membaca tulisan seperti yang ku buat ini aku mengatakan itu, hanya untuk menghibur diriku. | Oh.. tidak boleh ya. Yaudah, ga jadi deh.

Sebenarnya aku bosan membaca tentang apa yang mereka tulis tentang profesi mereka, dan tentang bagaimana dengan profesi itu mereka menjadi suamimu. Ah, kamu pasti begitu bingung memilih dari berbagai profesi itu lelaki mana yang akan menjadi penyempurna agamamu. Aku faham betul dengan kebingungan itu, dan aku tahu betul apa sebabnya. Itu karena kau belum mengenal Ibnu Jharkasih saja. Setelah kau mengenal Ibnu Jharkasih, aku sangat yakin bahwa nanti kau akan semangkin mantap untuk memilih. Ya, kau akan memilih untuk tidak memilihku. Tapi itu takkan membuatku sedih sedikitpun, karena setiap orang itu dilahirkan spesial untuk seseorang. Mungkin kamunya aja yang belum berhasil menjadikanku spesial bagimu. Oleh karena itu tolong forward tulisan ini pada temanmu yang cantik, pintar lagi shalihah itu, mungkin aja dialah orangnya.

Aku adalah Ibnu Jharkasih itu.

Kenapa aku tidak menulis dengan menyebut, jika suamimu seorang geologist? Atau jika suamimu seorang pengusaha kaya? Atau jika suamimu seorang Da?i? Atau Jika suamimu seorang guru peradaban? Atau Jika suamimu seorang yang biasa-biasa aja? Dan lain-lain. Tidak, aku memang tidak menulis yang seperti itu, karena buktinya memang bukan itu yang kutulis. Mungkin saja aku bisa menjadi semuanya yang kusebutkan tadi, atau pun salah satunya. Namun mungkin juga bahkan aku tidak akan menjadi apapun seperti yang kusebutkan itu. Saat-saat seperti itulah aku tidak ingin diingat sebagai apa profesiku. Apapun yang terjadi nanti aku akan tetap menjadi Ibnu Jharkasih, ya cukup menyenangkan menjadi diriku sendiri. ?Kuulangi sekali lagi, aku senang menjadi Ibnu Jharkasih. Terimakasih.

Lalu bagaimana jika nanti aku menjadi menjadi suamimu? Ya, bagaimana jika Ibnu Jharkasih ini nanti menjadi suamimu? Ahh, tak usahlah terlalu terburu-buru gitu. Nanti juga akan ku jelaskan, kalau tidak aku jelaskan buat apa coba aku bikin tulisan ini?

Aku adalah lelaki dengan sejuta mimpi. karena hal ini, aku takut kamu nanti akan sulit untuk menemukanku. Sehingga kamu harus punya usaha ekstra keras untuk dapat menemukanku. Bukan karena aku lebih sering ditempat tidur bersama mimpi-mimpiku itu, bukan. Tetapi karena aku terlalu cuek dengan kehidupan cinta-cintaan seperti kebanyakan remaja zaman sekarang. Jika kamu terlalu peduli dengan hal ini, aku rasa kita memang tak akan pernah saling menemukan.

Lho? Kalau begitu bagaimana mungkin aku menjadi suamimu jika kita tidak saling menemukan?

Jangan bersedih, sayang. Ups, aku lupa. Aku kan belum boleh memanggilmu dengan panggilan itu. maaf ya. Sebenarnya sangat mudah bagimu untuk menemukanku, jika kamu mau. Ketika tiba saatnya nanti kamu menginginkan kita untuk saling menemukan, dekati Dia yang paling mengerti aku dan paling mengerti kamu. Dia yang untuk-Nya aku hidup dan mati. Dia yang menciptakanku, Dia yang memilikiku, dan Dia yang mengatur seluruh kehidupanku dan kamu. Dekatilah Dia dalam setiap detik waktu yang kau lalui, dekatilah Dia dalam setiap tarikan dan hembusan nafasmu. Maka aku pun pasti juga akan begitu, sampai nanti kita benar-benar dipertemukan karena cinta yang sama. Bukan karena aku mencintaimu dan kamu pun mencintaiku, bukan. Tapi karena kita mencintai-Nya. Allah.

Maka bukan ?betapa anggun dirimu!? atau ?betapa gagahnya aku!? yang akan terucap saat pertemuan itu terjadi, namun puji-pujian dan ekspresi rasa syukur kepadaNya lah yang akan kita tunjukkan. Tak lupa pula harapan yang kokoh agar tidak berkurang sedikit pun rasa cinta kita kepadaNya disaat hari itu datang. Hendaknya bertambahlah, karena pada hari itu aku akan sudah mencintaimu karena Allah. Ya, hanya karena cinta kepada-Nya lah aku ingin punya alasan untuk menjadi suamimu. Bukankah itu adalah alasan paling indah untuk mengawali kehidupan keluarga kita? Ya. Aku mendengarmu mengatakan ?iya?, terimakasih.

Maka jika dengan begitu Ibnu Jharkasih ini telah menjadi suamimu, maka kamu jangan berharap bisa hidup tenang bagaikan seorang ratu di sebuah istana yang megah. Jangan pernah berharap aku dapat memenuhi segala keinginanmu, ingin barang ini ingin barang itu. Karena aku bukanlah Doraemon yang punya kantong ajaib. Mungkin memang saat itu aku memiliki segalanya, dan dapat membeli apapun yang kau pinta. Tapi, hanya agar kamu selalu ingat saja bahwa hidup kita tidak hanya di dunia ini. Ada akhirat nanti tempat kehidupan yang abadi. Bukankah kamu pernah berharap agar bidadari cemburu padamu? Maka belajarlah untuk itu. Karena nanti kita akan hidup untuk lebih banyak memberi, tolong ingatkan aku nanti tentang ini.

Lalu apa enaknya dong jika suamimu adalah seorang Ibnu Jharkasih? Ahh, sudahlah banyak bertanya. Kukira kamu baru akan tahu setelah sayang sama aku. Oleh karena itu, mulai dari sekarang aku peringatkan JANGAN KENAL AKU! Nanti jadi sayang. Ya, begitulah kata pepatah, ?tak kenal maka tak sayang?.

Dengan begini aku telah berhasil membuat diriku bingung sendiri, tulisan yang berjudul "Salam Perkenalan" ini akhirnya ditutup dengan kalimat, "JANGAN KENAL!". Oke, kamu tidak usah bingung, biar aku saja. Sebenarnya tulisan ini bertujuan untuk nasihat diri sendiri serta motivasi untuk menjadi laki-laki baik baik. Serta juga nasihat untuk kamu, kaum hawa. Serius, tidak ada niatan untuk mencari jodoh di sini. Suer deh, ini hanya sekedar nasihat untukmu agar menyadari bahwa dirimu itu istimewa, maka istimewakanlah dirimu dengan cinta kepada Allah.

Raih cinta-Nya untuk membangun peradaban islamiyah dalam mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera ?rumah tangga. Hingga nanti kita merasakan istirahat yang paling nyaman dari rasa lelah ini, ketika diri ini telah menginjakkan kakinya di Syurga. Aamiin..

Sekian, semoga terinspirasi. :D

Salam Inspirasi,
@ibnujharkasih at di muka Bumi

  • view 204