Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 29 Februari 2016   19:00 WIB
Sacy Namanya #Part4

"Ini almarhumah ibu aku, Kak" jawabnya saat aku menanyakan foto profil yang baru saja dia pasang dalam .

"Oh, i'am sorry Dear" balasku.

"Gak apa-apa Kak" Sacy menjawab

"Kalau boleh tau kenapa beliau meninggal" Tanyaku ingin tahu.

"Sakit, Kanker Kak" Jawabnya,

Aku membayangkan raut wajahnya saat membalas chat atas pertanyaanku.

"Oke, Mungkin ALLAH lebih sayang sama ibumu, karena gak sanggup melihatnya menahan sakit." jawabku mencoba menetralisir kesedihan yang sudah aku buat

Tuhan selalu begitu, selalu punya cara menyayangi umatnya.

Tuhan selalu begitu, jarang memberikan kesempatan orang baik untuk tinggal lebih lama didunia.

Seolah surga terlalu merindukan keberadaan mereka didalamnya..

Atau mungkin tuhan terlalu takut kalau mereka akan terpengaruh godaan syaitan dan surga akan menangisi kepergian mereka menjadi orang kurang baik.

Ah, entahlah hanya tuhan yang mengerti alasannya.

Beliau adalah seorang Dosen, ya, ibu Dosen yang sangat disayangi dan dikagumi oleh mahasiswanya dan teman-teman sesama dosen.

Bahkan dikalangan teman-temannya beliau terkenal sebagai sosok bijaksana dan sangat peduli terhadap kawan-kawannya.

Ah, rasanya sedih membaca ucapan dari teman-teman beliau saat melihat Buku, in Memoriam beliau yang ditulis dalam bentuk buku.

Ada seorang mahasiswa yang menulis : "Saya termasuk mahasiswa yang dibimbing beliau saat skripsi, beliau sangat care dengan Mahasiswanya, terutama anak didik jurusannya, pernah saya ditelepon untuk melanjutkan skripsi padahal saya sedang diluar kota dan beliau tetap mengupayakan agar saya maju dalam ujian skripsi"

Rasanya cukup banyak yang bisa dilihat dari buku tersebut tentang kebaikan Beliau yang sekarang menurun kepada Sacy, tentang banyak pelajaran hidup berharga yang beliau ajarkan kepada anak-anaknya.

Ya Beliau orang baik, salah satu orang baik yang dipilih tuhan untuk mengisi SurgaNYA.

"Aku juga dulu begitu, waktu ibu masih ada aku selalu memilih pulang untuk nemenin ibu, dari pada jalan-jalan sama-sama teman-teman." Ungkapnya saat aku dan temanku yang sudah punya anak saling bercerita kalau kita belum tega dan belum rela kalau harus pergi jalan-jalan sama teman atau suami tanpa mengikut sertakan anak-anak didalamnya.

Kami hanya saling tersenyum dan saling mengerti bahwa cinta dan kasih sayang ibu akan selalu mengalir, sepanjang masa dan takkan pernah berujung.

Kepergian ibunya memberi luka dalam untuk hatinya, aku bisa merasakannya lewat doa yang selalu Sacy tuliskan dalam setiap social medianya.

Tetaplah menjadi anak manis Sacy, buatlah Ibumu Bangga atas semua prestasimu.

Karya : Ibad Nafisah