Sacy Namanya #Part3

Ibad Nafisah
Karya Ibad Nafisah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Februari 2016
Sacy Namanya #Part3

"Teman-teman, besok aku datang kuliah agak telat ya, nanti aku pinjam catatan kalia ya"

Tulisnya dalam group What's App.

Begitulah Sacy, perempuan ekspresif dan menggebu-gebu dalam banyak hal, mungkin bukan banyak hal, tapi segala hal.

Sikapnya yang ramah dan keberadaannya yang selalu menarik perhatian membuatnya berbeda.

Kadang Sacy membuat kami terkejut dengan pertanyaan-pertanyaannya ditengah perkuliahan.

Kritis dan selalu mengkritisi apa yang dianggap janggal atau tidak dia mengerti.

Persis sama seperti awal pertemuan kami.

?

Sacy Namanya, perempuan muda yang semangat dan menggebu-gebu.

Semangat itu adalah amunisi yang harus dimilikinya dengan segudang aktivitasnya.

Sehari-hari mungkin baru jam 11 malam Sacy bisa menikmati kehangatan kamar di Istana Ayahnya itu.

Bekerja, sambil melanjutkan kuliah S2nya, dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan partai politiknya semua menyita waktu bermain bersama teman sebayanya.

Saat teman-teman sebayanya bisa meng-upload segala jenis makanan masa kini dan update location mereka "Tour in the Mall" Sacy harus berjuang dengan mimpinya dan menjalani mimpi ayahnya.

Namun rasanya Sacy menikmati semua itu, dengan dijalani tanpa mengeluh.

Walaupun kadang aku melihat kelelahan dalam dirinya, namun semuanya bisa dia sembunyikan dengan senyumannya.

Senyumannya manis dan tulus, rasanya mampu memikat pangeran dari negeri manapun didunia.

Dengan kecerdasan yang dimiliki Sacy, dia pun dapat saja menjadi pribadi yang angkuh, namun itulah Dia, perempuan yang berbeda.

"Pernah ada yang kenalan sama aku, baik dan deketin aku, bilang-bilang aku cantik dan intens banget deketin aku, tapi ujung-ujungnya minta dikenalin sama adikku. Pernah juga aku punya pacar, tapi ujung-ujungnya suka memukul" Sacy bercerita.

Sacy namanya, wanita berbeda yang kadang aku harus ekstra mengingatkannya bahwa tidak semua orang yang ada disekitarnya itu baik dan memikirkan kebaikanmu, mereka adalah contohnya.

?

Ya, Sacy Namanya.

Perempuan sederhana, yang akhirnya aku tau ternyata dia lahir dalam keluarga Istana.

Jika aku sebutkan nama ayahnya, kalian mungkin akan mengenalnya.

Seorang Pengusaha yang dapat diperhitungkan di negeri ini.

Dan belakangan baru aku tau alasan mengapa Sacy ikut menjadi aktivis salah sau partai politik pun karena permintaan ayahnya.

Dia tak pernah sampai hati menolak keinginan ayahnya, karena bagi Sacy Ayahnya adalah pahlawan baginya dan permintaan ayahnya adalah yang terpenting dari pada keinginannya sendiri, walaupun dengan begitu Sacy harus menjadi langganan rawat inap disalah satu rumah sakit.

Sacy Namanya #Part3

#Cerita Bersambung

  • view 94