February menjadi pekerjaan rumah

Ibad Nafisah
Karya Ibad Nafisah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Februari 2016
February menjadi pekerjaan rumah

February adalah bulan yang penuh dengan warna merah muda,

Selali begitu sejak zaman aku masih duduk dibangku sekolah dasar,

Setidaknya itu yang aku ingat,

Entah sejak kapan kejadian itu mewarnai negeri kita yang indah ini..

?

Dahulu waktu masih duduk dibangku sekolah dasar,

Yang saat itu notabane nya internet tidak mudah di akses seperti saat ini,

Yang kondisinya saat itu sangat sulit mencari informasi kecuali dari koran atau berita setiap jam 6pagi, jam 12 siang, jam 5 sore dan terakhir jam 9 malam.

Hanya itu satu-satunya informasi yang mudah didapat.

?

Valentine's day...

Itu kata-kata yang seolah dibuat indah oleh orang-orang yang memiliki kepentingan dibaliknya..

Kenapa aku menyebutnya kepentingan? Karena banyak perusahaan yang diuntungkan dengan datangnya hari ini.

Penjualan coklat akan melonjak ratusan persen dari bulan-bulan lainnya.

Begitu juga permintaan bunga pun naik drastis menyambut datangnya hari itu.

Macam mau lebaran tapi versi orang-orang yang tidak mengerti apa makna sebenarnya dibalik itu..

?

Saya pernah mencari tau apa itu valentine dan apa yang menjadi sejarah adanya hal itu..

Banyak versi yang saya baca, namun semuanya sama, menceritakan hal yg tragis,

Tragis menurut cerita dan tragis untuk masa depan anak-anak muda negeri kita kelak.

?

Rasanya tidak ada hal yang menyenangkan dalam sejarah hari itu,

Apalagi ditambah banyak hal yang menjadi legal pada hari itu...

Itu adalah pekerjaan rumah kita yang harusnya hanya diingat di bulan february saja setiap tahunnya..

Karena para perusahaan coklat maupun bunga sudah merencanakan banyak hal jauh-jauh hari dalam menyambut bulan penjualan tertinggi mereka..

?

Menjadi pekerjaan rumah kita bagaimana memberi pengertian kepada anak-anak muda kita yang ikut merayakan nya.

Kenapa mereka merayakannya itu yang harus menjadi Pe-eR untuk kita..

?

Motif dibalik perayaan mereka, atau unggahan-unggahan mereka di sosial media menurut saya adalah karena mereka akan merasa sangat keren bila merayakannya..

Mengapa kita tak membuat hari tandingan sebelum hari itu atau setelah hari itu, untuk membuat anak-anak muda memposting hal berbagi kepada kaum dhuafa...

Dan membuat mereka merasa keren saat menjalani nya jauh lebih keren dari merayakan valentine's day.

?

Kita buat hari tandingan dimana foto berbagi bersama kaum dhuafa dengan like tertinggi akan mendapat hadiah ini, itu atau apalah..

Mungkin memang akan dimulai dengan rasa pamrih.

Namun akhirnya akan mengajarkan mereka berbagi dan banyak orang yang akan dibantu dengan hal itu..

?

Yang jelas itu akan membuat february menjadi hari kasih sayang yang sebenarnya..

Bukan val's day yang selama ini semu dan mereka tetap melakukannya walaupun mereka tau itu tidak baik..

?

Saat ini zaman dimana orang-orang yang tau pun, akan tetap melakukan hal yang tidak boleh, agar dianggap keren..

Sekarang adalah zaman dimana "KEREN" dan "POPULER" menjadi hal yang sangat berarti...

?

Ini akan menjadi pekerjaan rumah untuk saya mengingat saya memiliki generasi penerus yang tidak menutup kemungkinan dia akan ikut merasa ingin menjadi keren dan akan ikut-ikutan merayakan 14 february tersebut..

Karena sekarang orang-orang yang tau dan mengerti agamapun tetap menganggap 14 february adalah hari paling romantis sedunia,,

Fikiran positif saya Mungkin karena mereka tidak tau apa makna dibaliknya...

?

Saya akan menjadi orang pertama dengan hari valentine yang dianggp spesial itu, karena untuk saya setiap hari adalah spesial

?

#paradelombainspirasi

?

  • view 95