Ancaman untukku

Ibad Nafisah
Karya Ibad Nafisah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 April 2016
Ancaman untukku

Belum kering rasanya air mata ini karena kehilangan paman dua minggu lalu,
Kemudian disusul kepergian kakak ibuku minggu lalu,
Kemarin kembali menerima kabar duka bahwa kakak sepupu ibuku juga menyusul kepergian mereka,
Hari ini tepat baru saja menyadarkan tubuh di kursi kantor handphone ku kembali berdering dan lagi, kali ini berita duka lagi paman dari kakak sepupuku..

Tuhan, rasanya ini terlalu melelahkan,
Airmata ini rasanya tak cukup menerima orderanmu yang begitu banyak membuatku meneteskan air mata..
Rasanya ini menjadi satu ancaman untukku, bukan lagi peringatan, ataupun sekedar reminder...

Tuhan, tolong berikan aku cukup waktu untuk bertobat kepadamu,
Mengalirkan sebagian rejekiku untuk anak-anakku yang membutuhkan..
Ya mereka anak-anakku, yang kau sebut namanya sebagai penerima zakat,
Fakir, miskin dan yatim, mereka anak-anakku yang tidak kulahirkan dari rahimku..

Tuhan,
Smoga aku kembali kejalanmu dalam keadaan baik,
Yang kau sebut dengan khusnul khotimah...