Yang Pasti hanya ada 1

Ibad Nafisah
Karya Ibad Nafisah Kategori Lainnya
dipublikasikan 27 Maret 2016
Yang Pasti hanya ada 1

Pagi itu tak seperti biasa umiku datang kerumah menitipkan keponakan tanpa pakaian Dinasnya,
Uwa-ku meninggal katanya..
Jam 6 pagi beliau langsung pergi menggunakan motor, "biar cepet" katanya..
Aku yang masih terbengong-bengong tak percaya sambil memegangi tangan keponakanku itu..
Lunglai dan tak percaya aku beritahukan hal tersebut kepada suamiku,
Kebetulan hari itu aku dan suamiku sedang demam tinggi, jadi tak pergi ke kantor..

Suamiku sama halnya sepertiku, kaget tak percaya.

Beliau orang yang humoris dan baik hati,
Sering sekali bercanda tanpa kenal usia,
Usianya memang sudah 75tahun,
Namun perawakannya yang kecil dan jiwanya yang humoris membuat usianya terlihat lebih muda..

Aku dan anaknya sejak kecil sangat dekat,
Karena ketika ibu nya naik haji dia dititipkan dirumahku,
Akupun begitu, saat aku kecil ketika umiku harus pergi aku memilih tinggal dirumahnya.

Baru kali ini salah satu dari keluarga besarku meninggal, selain ayahku, kakekku dan sepupuku..

Masih dalam kondisi terperanga, aku bersiap2 menuju ke rumah duka sambil menunggu Asisten rumah tanggaku datang..

Tanpa babibu langsung kami meluncur kesana,

Sesampainya disana sudah banyak yang datang,
Jelas saja semasa hidupnya beliau tak pernah jauh dari Al-Qur'an..
Rumah yang begitu luaspun, beliau tetap tidur di mushola rumahnya,
Padahal banyak orang yang bilang rumah itu berhantu..

Ah, itulah Uwaku..
Beliau rasanya selalu bersyukur..
Semasa hidupnya didedikasikan untuk bekerja sebagai pengisi bahan makanan di dapur salah satu pesantren didaerah rumah kami..

Walaupun begitu beliau tak pernah absen mengirimkan buah untuk nenek kami saat nenek kami berkunjung kerumah umi dahulu...

Beliau sangat ramah, ah rasanya belum terbayang jika beliau tidak ada.
Memang beberapa tahun terakhir beliau sempat dirawat dirumah sakit..

Yang aku tau saat itu adalah hanya ada satu hal yang pasti didunia ini,
Ya itulah KEMATIAN..

Rasanya harta sebanyak apapun, rumah seluas apapun, mobil sebagus apapun yang kita butuhkan hanya beberapa lembar kain kafan, tetangga yang baik yang akan memandikan n menyolati kita, dan keranda yang akan membantu kita berjalan sampai tempat peristirahatan terakhir..

Menjadi self reminder tersendiri untukku bahwa kematian itu pasti...