Sana pergi yang jauh (2)

intan puspita sari
Karya intan puspita sari Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Februari 2017
Sana pergi yang jauh (2)

Aku tahu, 

ambisimu lebih jauh dari jarak sumsel-lampung saja.
Mimpimu lebih luas dari daratan sumatera, bahkan Indonesia.

Aku tahu...
Kamu ingin menjejak lebih jauh dari sekadar negeri tetangga.
Kamu ingin berbahasa yang lebih berbeda dari bahasa melayu yang masih serupa bahasa Indonesia
Dan tempat ini, tidak ada dalam list mimpimu.
Aku tahu,
Negeri impianmu adalah negeri yang menjadi latar film-film action yang semangat sekali kamu ceritakan padaku.
Atau latar video klip lagu-lagu yang pernah kamu perdengarkan kepadaku.
Atau negeri yang menjadi latar saat kamu menulis sebuah cerita yang panjang yang kemudian kamu tunjukkan kepadaku.

Aku tahu, kamu ingin berkomunikasi dengan siapa saja menggunakan bahasa di film-film itu, atau di lagu-lagu itu. Dan bukan di sini tempatnya.
Aku tahu!
Mimpimu lebih serius dari sekadar jalan-jalan atau mengirim foto-foto semacam ini.
Aku tahu, manusia sedingin kamu butuh alasan khusus dan besar untuk bertingkah manis seperti ini.
Tidak cukup dalam rangka basa-basi untuk menyapaku yang siapalah ini.

Maka tidak apa-apa, kalau nantinya, impianmu ke negeri itu terwujud, lalu kamu tak sempat bertingkah remeh semacam ini, bahkan sekadar mengingat namaku, tidak apa-apa.
Bagiku kalimat untukmu masih sama: "sana, pergi saja yang jauh!"
Dengan doa yang masih saja serupa: "semoga aku menjadi visimu, lain waktu atau bahkan selalu"

Ya, sana pergi yang jauh.
Kalau sempat, cukuplah menulis hal-hal sederhana namun menginspirasi banyak manusia, tentang apapun yang berkaitan dengan perjalananmu.
Tak perlu menjadikannya tulisan bertujuan khusus, apalagi sekadar tanda kamu mengingatku (karena rasanya juga tak mungkin), terpenting aku tetap bisa menikmati mimpimu dari jauh.
Dan memastikan bahwa kamu masih sama seperti terakhir kita bertemu. Maka sudah!

Aku tidak tahu, apakah manusia dengan mimpi sesederhana aku, layak disandingkan dengan manusia visioner seperti kamu. Tapi, menurutku, Tuhan takkan sedeskriminatif itu. Masih ada faktor lain, kan?
Sudahlah. Sana, pergi yang jauh! Aku selalu mengaamiinkan doa-doamu, dari jauh, dari sudut dunia yang tak pernah kamu tahu.

  • view 121