Tentang Ujian Para Calon Pendidik

intan puspita sari
Karya intan puspita sari Kategori Lainnya
dipublikasikan 28 Mei 2016
Tentang Ujian Para Calon Pendidik

Kita tidak sedang bicara angka yang terukir sekian hari ke depan usai ujian.

Kita tidak sedang bicara hasil.

Juga tidak sedang bicara bahwa nilai itu tidak penting.

Karena di dalam sistem pendidikan kita, angka itulah yang jadi tolak ukur kemampuan.

Tapi kita butuh kevalidan nilai dengan perjuangan yang sesuai.


Keberadaan yang semacam ini bukan untuk unjuk besaran atau angka,

tapi untuk mengetahui seberapa jauh proses yang sudah kita jalani.

Tidak pula tentang kesetiakawanan.

Ada banyak kondisi yang lebih mengharuskan keberadaanmu sebagai teman selain sekian puluh menit di ruang ujian.

Silahkan definisi ulang makna persahabatanmu jika cuma momen ini yang jadi pakem kesetiakawananmu.


Prinsipnya selalu sederhana: jujur.

Tapi praktiknya boleh jadi berat.

Dan tahukah, lawan terbesar prinsip ini bukanlah niat jahat bohong atau curang,

tapi justru toleransi.

Serius.

Toleransi itu baik sekali jika sesuai.

Tapi sayangnya, Kita terbiasa toleran terhadap sesuatu yang tidak pada tempatnya.

 

Sudah kurenungkan:

sebagai calon pendidik, kelak kita tidak akan suka dicurangi peserta didik.

Sementara Tuhan terlalu adil untuk membuat kita merasakan akibat dari perbuatan kita sendiri.

Tidak sekarang.

Tidak saat kita masih sebagai peserta didik.

Maka kupegang baik-baik niatan ini:

tak hendak kubiarkan diriku memaklumi berbagai bentuk kecurangan anak didikku sebagai imbas dari prilakuku sekarang.

Itu yang sedang kuperjuangkan.

Lagipula, sebagai manusia berintegritas, hal kecil namun fatal seperti itu mudah sekali untuk mencabik-cabik harga diri. 

 

Di dunia ini selalu ada pembenci, tidak peduli kita terburuk ataupun terbaik.

Mereka selalu ada.

Maka pun ada yang tidak suka dengan tulisan ini, aku memakluminya sebagai bagian dari itu.

Ini juga penting, jika kelak aku terpeleset jatuh melakukan hal yang kuhindari.

Paling tidak ini berguna untuk menampar diriku sendiri.

  • view 55