DIA, MENDUNG, DAN PENYESALAN

Yonanda Hana Y.
Karya Yonanda Hana Y. Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 03 September 2016
DIA, MENDUNG, DAN PENYESALAN

Suatu pagi, ketika fajar mulai muncul dibalik gemerlap embun. Ketika itu pula sang mentari bangun. Ia bingung. Seperti ada yang aneh dalam pengawalan harinya. Mulailah Matahari mencari-cari sesuatu yang baru ia sadari. Bahwa ada yang nampak hilang dari kehidupannya. Ada yang berbeda dikesehariannya. Terus ia mencari-cari perbedaan nyata itu. Sehingga ia tahu apa yang telah luput dari pandangannya. Lalu ia ketemukan. Setangkai daun yang tiap hari ia lihat, kini tak terlihat lagi.


Selama ini memang Matahari tak mempedulikan, sosok yang samar dalam hidupnya. Seketika ia merasa kesal dan kecewa pada dirinya sendiri. Namun ia tak tahu kenapa. Mengapa harus merasa kesal? Bahkan kecewa.


Lalu awan mendung datang, membawa milyaran butir air yang berisikan ingatan. Gelap kelam langit pagi kala itu. Matahari yang diselubungi hujan teringat akan senyum segar sang Daun yang biasa ia terima. Padahal Matahari tahu, jika sang Daun selalu merintih kesakitan selama ia hidup di sebatang tangkai yang dingin. Namun Daun tetap te senyum tulus kepadanya dalam ketersiksaan itu.

Kini Daun telah tiada.


Teruntuk sang Daun yang kini telah pergi bersama bumi. Tersimpan rapih serpihannya di dalam bumi yang lembab, basah oleh tangis kesedihan sang Daun. "Aku menyesal. Maafkan aku.".


Sedikit demi sedikit mata hati sang Matahari terbuka. Dengan iringan luka, duka, dan penyesalan.

  • view 291