Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 23 Agustus 2016   15:19 WIB
AKU, SECUIL INGATAN, DAN SEMANGKUK KENANGAN

Aku, secuil ingatan dan semangkuk kenangan.

Aku adalah selembar daun yang gugur dari dahan ranting yang diterpa angin. Dahulu warnaku hijau muda, terlihat segar. Dirawat oleh Matahari hingga aku tumbuh terus menjadi daun yang berwarna hijau ketuaan. Warna dengan sejuta ketulusan. Aku menyayangi Matahari selama ini. Karena ia adalah semangatku untuk terus bertahan di ranting yang dingin. Dia yang selalu menghangatkanku. 

Namun, Musim datang menghampirimu. Baru kutahu bahwa dirimu telah lama mengenal sang Musim. Sebuah yang membuat dunia menjadi indah dengan warna senja. 

Aku yang melihatmu berseri-seri membuatku sadar. Bahwa seharusnya daun yang rapuh ini tak boleh menyimpan ingatan indah dalam cuilan sel-sel tubuhnya. Aku pun semakin kehilangan cairan dalam tubuhku. Air yang kusimpan dalam mangkuk sel-selku perlahan menguap diterpa angin Musim-mu. Kenangannya pun pudar seiring habisnya air dalam mangkuk itu. Hingga aku tak kuat lagi bertahan di ranting. Tubuhku menguning, diterpa angin. Jatuh di atas tanah yang kering. Bercampur dengan debu yang kotor. Sampai akhirnya perlahan aku menyatu dengan tanah dan hilang. Selamanya.

Karya : Yonanda Hana Y.