Televisi dan Berita Berbicara

Husna Una
Karya Husna Una Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Februari 2016
Televisi dan Berita Berbicara

Suatu malam yang sunyi terdengar percakapan yang mengusik malam.

?Rasanya hari ini sangat melelahkan, seharian aku tak dimatikan begitu menjemukan mereka tertawa di depanku setiap hari yang bahkan diriku saja tak ingin melihat apa yang ditayangkan lewat diriku? ujar benda bernama televisi.

?Wah enak dong seharian terus dilihat dan diperhatikan. Aku? Hanya dibaca sesekali dan mereka semua jemu begitu cepatnya, ku rasa aku juga jemu dengan semua yang dituliskan lewat diriku? ujar benda bernama koran.

?Mengapa kau juga merasakan kejemuan yang sama??

?Karena aku tak semenarik dirimu dan apa yang dituliskan semua hanya berita yang tak memiliki kepentingan. Ada saja berita yang sengaja dituliskan untuk mengalihkan isu atau berita kosong yang menarik pembaca karena terlalu sering dihadirkan padahal tak ada pentingnya?

Tertawalah benda yang bernama televisi itu memecah kesunyian malam.

?Mengapa kau tertawa? Kau sendiri jemu dengan semua yang ada pada dirimu? ujar benda bernama koran.

?Kau tahu tak enaknya diriku? Aku merasa sangat berdosa pada mereka karena aku mereka terbodohi. Mereka bergaya layaknya anak remaja yang tak seharusnya, mereka tersibukkan dengan acara yang penuh tawa tanpa ada didikannya.?

?Itu bukan salah mu kawan, itu salah mereka yang membuat acaranya?

Tawa kembali terdengar dikeduanya tetapi tawa yang menyedihkan di tengah malam

?Memang bukan salahku, tapi karena adanya aku semua bisa ditayangkan. Rasanya aku ingin berteriak dihadapan mereka jangan lihat diriku karena kini semua yangku tayangkan sangat merugikan, tak ada mungkin acara yang mendidik yang ada hanya melenakan dan terus membodohi?

?Kawan peduli apa dirimu, memang kau bisa berbuat apa? Aku saja hanya diam karena aku tau yang mereka tuliskan hanya untuk uang semata bukan pentingnya nilai berita yang seharusnya ada dalam diriku ini?

Mereka berdua terdiam seakan berpikir dan bingung harus berkata.

?Kau tahu, semua akan berjalan terus seperti ini setiap hari dan setiap waktu. Kita akan menjadi media yang bukan mendidik tetapi membodohi. Apa yang bisa kita lakukan selain menunggu semua yang melihat dan membaca kita dikemudian hari tersadar sendiri? ujar benda bernama koran

?Ya memang begitulah keadaanya, sehingga setiap malam aku terus berpikir dan terdiam apakah mereka tak menyadari semua keadaan ini?

?Mereka tak akan sadar karena tak ada yang menyadarkannya sehingga mereka harus bisa berpikir selayaknya mereka diciptakan untuk terus berpikir tak seperti kita?

?Ya iyalah kita kan benda mati yang merasa berdosa karena perbuatan mereka yang membodohi kaum mereka juga?

Tawa terdengar diantara mereka berdua.

?Semoga nanti ada diantara mereka yang mengembalikan fungsi kita dengan baik, membuat diriku ditayangkan dengan acara yang mendidik dan kreatif membuka pandangan mereka luas akan dunia?

?Semoga nanti ada diantara mereka yang tetap membuat berita berkualitas sarat akan kepentingan, tak sekadar sensasi atau sesuatu yang hits melainkan berita nyata yang bukan diada-ada?

Aamiin

Percakapan itu terhenti karena hari sudah mulai pagi, saatnya mereka dinyalakan dan dibaca seperti kemarin. Kemudian setiap malam kembali terulang percakapn itu kembali dan tak terasa pagi datang. Terus seperti itu lagi dan lagi.

Mereka benda mati tak bisa mengubahnya dan manusialah kunci jawaban seharusnya.

  • view 168