Belenggu Perasaan

Husna Mulyati
Karya Husna Mulyati Kategori Puisi
dipublikasikan 10 September 2017
Belenggu Perasaan

Mungkin di dunia ini tidak ada orang yang benar-benar bebas
Orang yang merasa bodoh
Terkurung dalam kebodohan
Orang yang berpikir negatif
Terpasung dalam segala kenegativan
Belenggu mana yang lebih kuat dari perasaan?
Penjara mana yang lebih kokoh dari pikiran?

Mungkin di dunia ini tidak ada orang yang benar-benar bebas
Bahkan orang yang dianggap paling bebas sekalipun
Terbelenggu dengan kebebasannya
Menjunjung kebebasan di atas kepala
Seperti seorang hamba mengangkat tuannya

Mungkin kita salah memaknai
Belenggu dengan terikat, terikat dengan belenggu
Adakah manusia yang tidak memiliki keterikatan?
Sedangkan ruhnya sendiri terikat dalam jasadnya
Dan membuatnya terikat dengan waktu dan ruang
Bahkan hatinya terikat pada cinta, uang, dan sanjungan
Kita sudah lahir dengan keterikatan itu

Mungkin kebebasan hanyalah persepsi
Seorang yang tidak beragama tak bisa dikatakan lebih bebas dari orang yang beragama
Hanya karena ia tidak terikat pada aturan agama
Pada kenyataannya ia juga terbelenggu dalam standar-standar tertentu
Berusaha mencapai apa yang orang-orang sebut dengan "kebebasan"
Karena di dunia ini, adakah manusia yang tak terbelenggu?
Sedangkan hatimu masih saja terikat pada cinta masa lalu

Pada akhirnya kebebasan
Mungkin hanyalah kemampuan memilih tentang "pada apa kita mengikatkan diri"
Tidak seperti matahari yang tidak bisa memilih untuk tidak bersinar
Sejak lahir kita bebas memilih untuk terikat pada agama, atau terikat pada ketidakagamaan
Pada hakikatnya keduanya sama-sama keyakinan
Kita bebas memilih terikat pada uang, atau terikat pada pengabdian
Kita bebas memilih terikat pada masa lalu, atau terikat pada masa depan
Pada hakikatnya keduanya sama-sama keterikatan
Jika kau tak mampu memilih, maka kau terbelenggu
Belenggu mana yang lebih kuat dari perasaan?
Penjara mana yang lebih kokoh dari pikiran?

  • view 58