Elegi Tak Terganti

Heru Rahmat Mulyadi
Karya Heru Rahmat Mulyadi Kategori Puisi
dipublikasikan 05 Februari 2018
Elegi Tak Terganti

sepi memagut

kelam tiba hinggapi

diri seorang anak manusia mengkerut

karena dingin telah rasuki tulang rusuk

serta kesunyian telah hampiri

kesadaran si khusyuk

 

biola-biola cinta

dawai hati penopang diri lusuh

penuh dengan dosa yang tak pernah

sama sekali dibasuh

dalam sunyi ia lantunkan

dalam hening ia dendangkan

nada kerinduan mendalam

akan kehidupan impian

melalui simfoni sebuah keabadian

merajut sutra menyulam sebuah tilam

berenda pualam

 

meski sendiri

dan terus meratapi

dalam segukan setiap kepasrahan

ia tak pernah putus asa

mengharap datangnya

sebuah makna yang dapatkan hati menjelma

mendapatkan hati menjadi sebuah biola

cinta sang kekasih katanya

 

engkau yang kini hanya terpaku

membisu dalam kebekuan

tak berdaya karena merasa terbuang

tak percaya pada diri sekalipun

sebab mereka telah dahulu berbuat

sebab mereka telah jadikan aku tak berderajat

cukuplah sesuap rasa manis

dari secangkir kopi pahit

yang selalu kau sediakan untuk majikan

menjadi penawar dalam setiap dukamu

sesuap rasa manis dari dahaga

kecupan dalam sebuah dunia nista

rangkulan mesra seorang peminta

harapan seorang anak dalam jasad tak bernyawa

 

perasaan dingin nan mendalam

seolah tak pernah hengkang

dari dimensi paruh waktu

yang ada di sini

dalam rongga dada

dalam sudut ruang berdimensi absurd

basahi diri sendiri

melucuti mengganti wadah yang telah membumi


Cirebon, 12 Nopember 2008 M
                     14 Dzulqa'dah 1429 H

  • view 84