Derai Tawa

Heru Rahmat Mulyadi
Karya Heru Rahmat Mulyadi Kategori Puisi
dipublikasikan 21 April 2017
Derai Tawa

Setiap mata berkedip

Yang kulihat hanya gemerlap

Dunia tak beratap

Dunia tak lengkap

 

Kini semakin jauh dari jalur

Apa yang dahulu kutekuni

Yang kudapati hanyalah sepi

Terus menyendiri

 

Meski ini hanyalah singkat

Namun inilah awal

Dari petualangan hidup dunia fana

Dimana tak ada secuil pun kekekalan didalamnya

 

Tangisan seorang peminta kecil

Berbaur dengan derai tawa

Sang penguasa congkak, buatku muak

 

Bandung, Maret 2011

  • view 146