Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 30 Agustus 2016   08:36 WIB
Bertaruh

Satu jiwa kini

Berada di bui

Ia sendiri

Tak sanggup melepaskan

Diri

Mengapa begini

Apa senarnya yang terjadi

Tak sanggup ku menerima

Ini

 

Tengadah ia

Mengharap sesuatu

Yang tak mungkin ia dapat

Bagai sang pungguk

Merindukan sang rembulan

 

Satu masa

Ia temukan jawabnya

Masa bodoh dengannya

Yang sekarat dalam batinnya

Tak ada jalan lain

Baginya

Kecuali nyawa taruhannya

 

Bandung,

5 Juli 2008

2 Rajab 1429

Karya : Heru Rahmat Mulyadi