Bayangan

Heru Rahmat Mulyadi
Karya Heru Rahmat Mulyadi Kategori Puisi
dipublikasikan 15 Juni 2016
Bayangan

Kau tahu

semuanya serba membingungkan

antara membenci dan mengasihi

aku tak begitu paham

hal ihwal demikian

yang membuat telingaku berdenyit

aku tak tahu lagi harus seperti apa nanti

jika semua terus menerus seperti ini

entah berapa lama lagi aku akan bertahan dengan segala ketidakjelasan hidup yang seenaknya sendiri ini

 

padahal telah diperingatkan sedemikian rupa

namun yang membekas hanya hal remeh temeh belaka

yang setiap bayi pun mengerti hal ini

 

tak bisa dibayangan akan jadi apa dunia ini

bila penyeimbang dari keduanya hilang tak beraturan

dengan kata lain tak seimbang

maka yang ditunggu hanyalah keputus asaan

dalam harapan menggunung yang tak kunjung jua

terlaksana

 

dalam keramaian kota ini

aku mencoba menutup mata menyerap arti dari

setiap perkataan manusia

yang senantiasa hidup dalam keramaian absolut

yang tak pernah mengalami kesepian dalam kesepian

dan itulah yang begitu menarik menurutku

saat ini memang aku tak begitu pandai layakya andrea

yang dijuluki seniman kata-kata

setiap jengkal katanya mengandung makna tersirat

tak bisa begitu saja dibaca sekilas

dan tak semua orang dapat membacanya

termasuk di dalamnya diriku yang hanya sekecil rambul berbilah tujuh

 

Bandung 11 oktober 2011

  • view 52