GURU PROFESIONAL adalah GURU YANG MAMPU HIDUP DIDALAM KONDISI APAPUN

Hotlider H Simamora
Karya Hotlider H Simamora Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 Juni 2017
GURU PROFESIONAL adalah GURU YANG MAMPU HIDUP DIDALAM KONDISI APAPUN

Berbagai keluhan juga bermunculan, namun keluhan itu akan seiring waktu dapat teratasi, yakinlah bahwa perubahan akan selalu ada analisa dari perubahan tersebut, apa dampak positif dan dampak negatif dari perubahan tersebut. salah satu keluhan yang perlu di pertimbangkan adalah 

Kehidupan Perekonomian dan Kondisi Sekolah

Ekonomi orangtua peserta didik rata-rata dpat dikalkulasikan dibawah 1 jt, dimana orangtua siswa hanya bekerja sebagai buruh nyuci dan pekerja lepas bangunan sebagian ditinggal sama ortunya daerah perbatasan yang gak ada angkot. Begitu juga peserta didik lokasi tempuh yang jalannya sekitar 1 jam naik turun belok , fasilitas sekolah menghilang oleh maling , lingkungan sekolah yang bolak balik kemalingan karena sekolah tidak sanggup bayar satpam ,lahan luas gak ada pagar,  guru PNS hanya 12 orang, karena PNS gak mau ke tempat yang jauh kalau tidak ada kendaraan sendiri susah, akhirnya harus merekrut tenaga honorer yang mengakibatkan  banyak dana BIS terserap untuk gaji para tenaga honorer.

Informasi penerapan 8 jam sekokah pertemuan Dirjen Dikdasmen dengan Dirjen Pend Islam Kemenag di ruang rapat Dirjen Dikdasmen Lt. 5 Ged ung E dilakukan pada tanggal  (12/6/2017) sbb: 

*Dirjen Dikdasmen* 

  1. Kebijakan 8 jam belajar, 5 hari sekolah diputuskan di ratas sebagai penguatan pendidikan karakter. Dasarnya untuk merespon tindak penyimpangan anak yang terjadi di antara waktu sepulang sekolah sampai bertemu orangtua. 
  2. Polanya tidak tunggal. Selain mandiri, sekolah juga bisa bekerja sama dengan pihak lain seperti diniyah, sanggar seni, klub olahraga, dll. Agar mencegah anak terpapar pengaruh negatif, khususnya di perkotaan. 
  3. Kekhawatiran diniyah akan hilang itu tidak tepat. Malah diniyah akan booming karena akan semakin banyak sekolah yang akan menjalin kerja sama dengan diniyah.  
  4. Sekolah yang saat ini plus diniyah sebetulnya sudah "selesai". Kita ingin mendorong sekolah yang belum optimal dalam pendidikan karakternya untuk bersinergi dengan lembaga pend keagamaan seperti diniyah. 
  5. Kita bisa dorong daerah-daerah lain untuk bisa bersinergi dengan berbagai sumber belajar. 
  6. Implementasinya bertahap. Sambil kita tata dan siapkan sekolahnya agar memiliki standar minimal. 
  7. Akan ada penyesuaian kurikulum, beban kerja guru dan tendik, dll. 
  8. Saat ini terdapat sekitar 100 sekolah berbasis pesantren (SBP).

*Dirjen Pendis Kemenag* 

  1. Saat ini terdapat 70 ribu Diniyah Takmiliah dengan jumlah siswa hampir 7 juta. 
  2. Belajar agama di sekolah kan terbatas. Tidak bisa berharap banyak atas PAI di sekolah untuk memberikan pemantapan keagamaan siswa. 
  3. Perlu duduk bersama dengan Kemendikbud untuk membahas sinergi sekolah dengan diniyah takmiliah. Intinya penguatan pemahaman keagamaan pada siswa. 
  4. Potensi penetrasi ajaran radikal sangat tinggi karena belum memadainya pemahaman keagamaan. 
  5. Sepakat dengan sinergi. Bisa jadi nanti diniyah takmiliyah menjadi program nasional. 

CATATAN KHUSUS: 

Pertemuan berjalan akrab dan hangat sekitar 30 menit. Dirjen Pendis Kemenag didampingi beberapa Direktur.

 

Fenomena yang sering terjadi didunia pendidikan pada saat ini dapat kita lihat secara bersama-sama. Banyak tindakan yang ditampakkan oleh para pemerhati pendidikan, baik dr jalangan masyarakat publik, maupun pemerintah.

Dampak dari fenomena tersebut banyak hal-hal positif dan dan negatif yang muncul dari masyarkat yang mengetahuinya. Sudah barang tentu, apabila ada hal baru yang muncul untuk memperbaiki permasalahan yang ada, pasti ada pro dan kontra yang datang, karena hal baru tersebut dianggapnya sebuah karya yang belum layak dan belum pantas untuk di laksanakan ataupun dipergunakan.

Dalam hal ini, penulis menunjukkan hal-hal baru yang sering muncul didalam dunia pendidikan di Negara yang kita cinta ini.

  1. Perubahan Kurikulum yang sering terjadi
  2. Peraturan pendidikan yang sering bertambah(proses belajar mengajar)
  3. Peraturan Pendidikan yang sering mengalami perubahan(peningkatan mutu Tenaga Pendidik.

Perubahan ini tidak serta merta dilakukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok, namun perubahan ini butuh pengkajian dari para pakar pemerhati pendidikan. Dalam hal ini pemerintah telah bersinergi untuk melakukan sebuah tindakan, dimana tindakan yang dilakukan adalah sebuah karya yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Melalui tindakan perubahan ini, diharapkan Tenaga Pendidik berperan aktif dan bertanggung jawab didalam mendukung program tersebut. Dimana Tenaga Pendidik telah didedikasikan sebaga tega yang profesional didalam menjalankan program pemerintah bagi putra-putri bangsa yang sedang memperoleh pendidikan di bangku sekolah.

Tidak dapat dipungkiri, semua program pemerintah didalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan , seluruh Guru sebagai Tenaga Pendidik yang berada di berbagai wilayah Tanah Air, harus bersinergi juga melaksakan program tersebut demi kemajuan pendidikan di era globalisasi pada abad 21 yang akan datang, sebagai tantantangan hidup para pelajar yang sedang menduduki bangku sekolah pada saat ini dan masa yang akan datang.

Perubahan yang terjadipun mampu memunculkan pertanyaan atas Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Dari sekian banyak polemik yang menolak  PP ini, guru dan peserta didik adalah sasaran penting dari peraturan tersebut. Bagaimana tanggapan para guru dengan peraturan tersebut. Dibawah ini ada beberapa tanggapan yang muncul untuk mendukung 8 jam harus di sekolah.

Mulai sekarang Guru harus lebih keras berfiki dan berupaya membuat siswa nyaman di sekolah selama 8 jam sehari.  ada beberapa tanggapan Selingan tindakan yang akan dilakukan guru disekolah diantaranya :

  1. Game
  2. Dongeng
  3. Melucu
  4. Berpuisi
  5. Drama
  6. Menyanyi
  7. Membaca
  8. Diskusi
  9. Simulasi
  10. Role play
  11. Mengaji
  12. Masak
  13. Makan siang
  14. Gambar
  15. Menanam
  16. Aktivitas Jasmani OR
  17. Meditasi boleh juga, rileksasi,
  18. Wawasan kebangsaan
  19. Melukis
  20. Menjahit 
  21. Meagamaan

Dari selingan diatas, tentu masih banyak yang akan dilakukan di sekolah. Ide-ide tersebut tidak lagi diragukan dari para Tenaga Pendidik yang sudah di anugrakan sebuah sertifikat keprofesian yang dimiliki para guru-guru. Begitu juga para guru yang belum memiliki sertifikat profesi, tidak kalah dengan ide-ide yang dimiliki para guru yang telah nemiliki sertifikat profesi.

Melihat perkembangan dan tanggapan dari masyarakat yang peduli dengan pendidikan di negeri kita tercinta ini, para guru sebagai Tenaga Pendidik diharapkan untuk menunjukkan profesionalismenya menanggapi tanggapan yang terjadi di publik ini.

Sebagai Guru yang profesional harus mampu bekerja dan berkarya didalam kondisi dan keadaan bagaimanapun sebagai perpanjangan tangan dari pemerintahan yang membuat peraturan yang muncul kepublik. jangan mengeluh akan peraturan yang terjadi, namun harua siap mendukung dan membantu pemerintah menjalankan program yang ada.

Profesi yang di emban adalah sebuah tanggung jawab yang harus dipertanggung jawabkan sepenuhnya kepada masyarakat publik dan pemerintah. Perlu dipahami secara bersama-sama, bahwa tugas yang di kerjakan oleh guru bukan lagi hanya sekedar memberikan ilmu, namun harus membentuk karakter yang mulia pada diri para peserta didik.

Tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan para guru untuk membantu pemerintah menyampaikan peraturan yang ada kepada masyarakat dan orangtua siswa?. Ada hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh guru ataupun pihak sekolah yakni Kemitraan. Dengan kemitraan yang dilakukan sekokah akan mampu menjalankan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

 

  • view 105