Antara Ciputat Gajah Mada

Ntan Home Craft
Karya Ntan Home Craft  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Juni 2016
Antara Ciputat Gajah Mada

Setiap masa ada kenangan terindah dan moment tertentu.membuat hidup lebih berkesan. Ya gimna gak hidup di Jakarta sudah hampir 20an tahun ekh ada belakangnya sih gak 20 juga usianya. Takut terkesan tua, maka aku sebut 20an aja, aku ini berjiwa muda tapi mukanya gak bisa muda alias tua banget. hohohoho..

Dari dulu jaman SMA sudah sekolah jauh dan harus mengenakan angkutan umum yang imut, berdesak-desakan dan kalau abangnya bilang suka begini "digeser... digeser... empat enam... empat enam.. kanan kirinya digeser ya pak bu" hehehehe.. Pasti sangat mengenal kata-kata itu bukan? Ya maklumlah aku ini hidup dikeluarga yang tak ingin manja. Yaa... kalau babeh aku bilang "buat apa punya mobil hanya bikin macet dijalan. Enakan pake kendaraan umum gak mikir macet, ngurusin mesin, ganti surat ini itu" hehehe... Babeh aku mah emang begitu orangnya :D 

Jaman Kuliah naiknya udah naik tingkatan euuy... Lebih banyak orang, lebih leluasa, tetep gak ada aman-amannya. Yaiyalah namanya juga bus. Banyak copetnya, banyak penjahat kelamin juga, banyak supir yang ugal-ugalan. Setiap naik bus Pink kenek, supir hapal sekali dengan aku. Hingga aku tertidur pulas di dalam bus itu keneknya mengingatkan aku untul bersiap-siap sebentar lagi sampai tujuan. Keneknya terlalu baik. Sempat beberapa kali naik bus pink ketemu sama pengamen langganan. Sampai waktu ketika hampir ikut ngamen dan mencoba dunia jalanan, hehehe... Yaa, beginilah anak cewek tapi kelakuan seperti anak cowok yaa namanya dulu masih mau main kerjaannya. Jaman kuliah teman baikku ya bus pink berserta kenek dan supirnya. Mungkin kalau aku naik bus pink keneknya sudah lupa dengan aku kali ya? hhhhmmm...

Aku mulai bekerja disalah satu Bank Asing daerah Cideng aku beralih kendaraan jadi anker (Anak Kereta) itu bertahan sebulanan karena kurang nyaman bekerja disana. Nyaman sih naik kereta tapi.... Aku lebih menyukai naik bus ketimbang yang lain-lain. Hehehe... dari dulu kenalnya bus, jadi aku harus gimana? Hehehe... Sebulan kerja Bank itu aku pindah ke kantor lain tetap dunia bank juga dan juga masih bank asing dan untungnya jalur kantornya lebih lempeng kerja di daerah Sudirman dan rumah di Tangerang. Hahahaha... Orang kebanyakan aku ini waras atau gak ya.. Tiap hari harus naik bus PP (pulang pergi) berangkat jam 5 pagi atau 5:15 untuk mengejar bus 57 (Ciputat - Gajah Mada) sekarang udah dikandangin di Rawa Buaya. 

Tiap pagi ngejar jam buat dapet bus 57 dan duduk di kursi depan. Hehehe... Biar kalau turun gak ribet. Mungkin dari situ aku mengenal Abang supir (Pak Yatin) , kenek (Pak ....) lupa nama keneknya. Hehehe... Banyak penumpang tanya "Pak, Bang, ini bus cuma satu ya? Kalau dari ciputat jam berapa? Minta nomor teleponnya dong, biar gampang kalau saya mau naik" aku mah cuma dengerin aja. Pak Yatin "catet nih nomor saya, Bu.." aku tidak mau menghilangkan kesempatan, siapa tau nanti aku butuh akhirnya catet juga nomor abangnya. 

Suatu ketika jam pulang kantor kendaraan yang kearah Blok M penuh dan ngantri panjang di shutel busway aku tak sanggup ngantri seperti ngantri sembako. Ingatlah aku jika aku miliki nomor bus Ciputat - Gajah Mada itu. Smslah aku "Pak, busnya sudah dimana yah?" tak ada jawaban akhirnya nekatlah sudah aku neleponnya "sore Pak, bus sudah dimana ya?" Pak Yatin "bus masih di dukuh atas, Bu. Emang Ibu yang turun dimana?" tanpa menjawab pertanyaan supir itu aku langsung bergegas keluar dari antrian shutel bus. Menunggu di jalur lambat Karet.  Tak lama akhirnya bus itu datang akhirnya naik juga. Tiba-tiba ada yang nelepon ekh ternyata supir bus itu "Bu, ada dimana?" saya jawab singkat "di dalam bus 57, Pak" supir itu mencari saya celingak celinguk. Aku mah cari pojokkan lalu tidur. hehehe maklum pelor... Aku berfikir lumayan juga ya, kalau tiap hari begini tiap sore dapet bus duduk terus pules tidur. Mayan, balas dendam pagi bangun pagi. 

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Semakin lama mengenal para penumpang Ciputat - Gajah Mada terjalinlah keakraban dan membuat paguyuban. Setiap pagi ada reporter jalanan yang awal naik bus memberikan kabar jika busnya sudah melaju untukenjemput penumpang setianya. Dan begitu juga reporter sore jika dari anggota paguyuban naik bus sore hari. Teman berbagi, teman sendau gurau, keluarga dikala macet antara Ciputat Gajah Mada. 

Floor Depot kendaraan setia menemaniku berangkat kerja dan pulang kerja. Floor Depot hanya tinggal kenangan dan hanya ada paguyubannya saja. 

  • view 63