Bocah Hitam dari Cicadas

Hitari Senja
Karya Hitari Senja Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 30 Mei 2016
Bocah Hitam dari Cicadas

Bocah itu tiba2 mendekat ke sampingku..

Berjalan beriringan denganku..

Rupanya dia mengikutiku..

Pantai cantik itu menjadi kisah romantis itu..

Dan deburan ombak bagai lagu pengiring

Perjalanan cinta antara aku dan si bocah hitam itu..

 

Di bawah luasnya kitab yang terbentang..

Aku sesekali menengadah,,

untuk membaca rangkaian kata yang selalu terpampang..

Rangkaian kata yang selalu menyihir dan membuat terpesona..

Kata-kata yang membentuk huruf-huruf awan dan tentunya sang surya..

Mereka membisikanku satu kata sederhana--cinta..

Pada bocah hitam dari Cicadas yang ceria..

 

Ya,, tepat di bawah kitab yang terbentang, 

dan berlatar laut biru yang anginnya membuat tenang..

Aku berceloteh panjang..

Pada si bocah hitam yang selalu senang..

Lalu.. sayup ku dengar,, 

bersama angin yang bertiup kencang..

"Iya bu guru.."

Sungguh tulusnya suara itu menggema..

Terngiang-ngiang di telinga hingga sekarang..

 

"Iya bu guru.."

Sebuah kalimat sederhana..

Yang terucap dari mulut seorang bocah dari kampung Cicadas..

Doni, namanya...

Kalimat sederhana namun bagiku sarat makna..

Melukiskan ketulusan anak pedalaman dari kampung sebelah..

Yang jarang sekali kita jamah..

 

Kini,, aku dan Doni terpisah dalam jarak..

Jauh membuat cinta terus tersemai..

Hingga akhirnya dapatlah ku nikmati rindu..

 

Di akhir Perjalanan cinta..

Ia memanggilku.. "Teh Ratih.."

Ahhh.. Doni..

Seketika namamu selalu tepatri dalam hati..

 

Semoga kau menjadi bocah yang terus ceria..

Hingga nanti dapat membuat bangga..

 

Hitari Senja

11 Oktober 2013

  • view 105