Perjumpaan Pertama

Hitari Senja
Karya Hitari Senja Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 30 Mei 2016
Perjumpaan Pertama

Bismillah..

Cinta kepadaNya, juga cinta kepada kalianlah, saudari-saudari terbaikku, tulisan ini dibuat. Setelah perjumpaan pertama kita, jemari ini rasanya gatal sekali inigin segera menari lincah di atas papan keyboardku. Diiringi suara rintik hujan bagai melodi cinta terindah di malam penuh berkah ini…

Rasanya rindu dengan mentari yang sepanjang hari ini tiada terlihat samar bulat rupanya. Hingga awanpun menangis. Butiran-butiran air matanya yang turun ke bumi tiada berhenti membasahi. Bau tanah pun semerbak menyelimuti. Begitu juga dengan senja yang kurindui. Hari ini tak nampak rona jingga indahnya. Kemanakah perginya senja dan mentari? Apa mereka sedang mencoba untuk menjauhi sang awan dan langit? Mentari hanya meninggalkan biasan cahayanya, sementara senja tidak sama sekali. Hanya warna abu-abu yang bisa kupandangi. Mengintip dari balik jendela kamar kosan hijau ini.

Ya begitulah kondisi langit dan bumiku hari ini. Semuanya kelabu, abu-abu. Namun, beda halnya dengan kondisi hatiku. Hati yang hari ini bernuansakan biru. Cerah, indah, dan bergairah. Dari mulai kedua mata ini menyaksikan indahnya pagi hingga sampai saat ini. Subhanallah.

Air mata awan yang sedang bersedih itu kusebut hujan. Butir-butir airnya yang menyegarkan, sungguh membawa keberkahan. Bukan bermaksud senang di kala awan sedang sedih. Namun, begitulah hujan. Selalu ada cerita di setiap rintik bunyinya. Tepatnya cerita tentang bersyukur. Karena di balik kesedihan, pastinya ada kebahagiaan. Biarkanlah awan menangisi kepergian mentari sendiri. Semoga ia bisa bahagia karena air matanya membuat semua makhluk di bumi bergembira.

Aku dan sahabat-sahabat tercintaku adalah salah satu makhluk yang turut merasakan kegembiraan akan hujan ini. Keberkahannya yang tiada bisa terhitung dengan jari. Sungguh nikmat cinta yang tiada terperi. Rintik hujan seolah menjadi melodi. Mengiringi perjumpaan pertama dengan penuh cinta yang mesra. Menjadikan perjumpaan pertama sore tadi indah sekali. Perjumpaan yang sejak seminggu lalu membuatku penasaran bukan main. Hingga terbawa ke alam bawah sadar, menjelajah dunia mimpi. Dan hari ini, hari yang spesialnya melebihi makan malam dengan lilin ditengahnya. Dipertemukan dengan sahabat-sahabat terbaik sepanjang masa. Sahabat-sahabat yang ku tahu kemampuannya luar biasa. Seketika soreku, walau tanpa senja, menjadi sore yang mempesona.

Sekali lagi, rintik hujan yang semakin terdengar, menjadi melodi pengiring perjumpaan pertama. Kesan pertama memang selalu mempesona. Semoga tidak hanya di awal pejumpaan saja pesona itu tercipta, tapi juga di perjumpaan-perjumpaan berikutnya. Berjumpa dengan saudari-saudari luar biasa, sungguh memacu semangat untuk berkontribusi secara nyata. Memotivasi untuk terus menorehkan banyak karya. Karya terbaik sepanjang masa. Bersama, di jalan ini, jalan yang tidak semua orang menyukainya. Jalan yang tidak semua orang memilihnya. Semoga hati-hati kita tetap saling diteguhkan, dikuatkan, dan diikatkan. Yaaa.. ukhuwah Islamiyah.. yang kian hari kian terasa. Sungguh menjadi bingkai indah sebuah potret cinta.

 

Hitari Senja

Gambar diambil dari Google.

  • view 130