Entah Terbaca, Atau Tidak Terbaca

Hilmy Farhan
Karya Hilmy Farhan Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Agustus 2017
Entah Terbaca, Atau Tidak Terbaca

aku cinta cekung matamu
melebihi bedak yang menutupi
karena aku cinta perjuangan
tidak semata kecantikan

aku cinta peluh lelahmu
meski mengeluh itu seperti bukan dirimu
karena aku yakin istirahat yang sejati
ada setelah kita mati

aku cinta filosofi dua mata denganmu
bersyukur pada pandangan yang sama
bersabar pada pandangan yang salah
meski dua mata tidak pernah saling bertemu

aku cinta filosofi dua tangan denganmu
saling membasuh membersihkan diri
saling mendekap menyerahkan diri
semata menghadap illahi

aku cinta, cinta semua
tapi apa daya, Allah menarik rasa
karena ini ujian, ujian ketaatan
bagiku yang serba kurang daya

Allah Maha Tahu, Allah Maha Cinta
dan aku kurang melibatkanNya
sejatinya hati itu tidak akan pernah adil
bila bukan Allah yang menjadi raja

entah, 
kamu mungkin tidak membaca tulisan ini
pun terlintas dalam pikiran dan hati
tapi aku ingin sekali lagi
meluruskan perjuangan diri

aku lelah bermain prasangka
prasangka itu membunuh fakta
terbukti dalam perjalanan hidupku
berkali-kali aku dibuat hina olehku

kamu masih ingat?
kalimat mahsyur diucap oleh orang shalihin-shalihat
yang bergema sejak dahulu
hingga akhir zaman kelak?

aku pendosa, ciri munafik ada padaku
adakah jalan untuk diri sepertiku?
aku yakin ada, aku yakin Allah
izinkan aku mengucap kalimat itu,

“kami tidak tahu ini rahmat apa musibah
kami hanya berprasangka baik kepada Allah semata!”

  • view 50