Mau Sampai Kapan Menulis?

Hilmy Farhan
Karya Hilmy Farhan Kategori Inspiratif
dipublikasikan 13 Agustus 2017
Mau Sampai Kapan Menulis?

Akan tiba saatnya, wahai tumblogger, timeliner dan penulis lainnya, saat di mana kita akan merasa bosan menuangkan pemikiran dan rasa menjadi aksara. 

Akan tiba saatnya, saat ketika kita tidak mendapat ‘like’, ‘shared’, ataupun ‘reblog’ sebanyak sebelumnya. 

Akan tiba saatnya, platform yang anda gunakan mulai usang, berdebu, tidak tersentuh tarian jemari seperti sedia kala ketika “produktif”. 

Saat itu bisa tiba, bisa tidak. Semua tergantung niat, mengapa menulis. Ingat, kata “mengapa” harus dijawab “karena”. 

Sampai di titik kehidupan ini, saya semakin merasa mahalnya nilai istiqamah. 

Apa yang mendorong Nelson Mandela menyerahkan 27 tahun hidupnya berada di dalam penjara? 

Karena ia yakin akan tegaknya keadilan bagi kulit hitam. 

Apa yang mendorong Buster Douglas berlatih bertahun, sehingga ia mengalahkan Mike Tyson yang dalam stigma masyarakat “tidak akan pernah jatuh di atas ring”? 

Karena ia memilih impian ibunya sejak dulu hingga beliau meninggal beberapa hari sebelum pertandingan, “anakku akan mengalahkan juara dunia!”. 

“Karena” 

“Karena” mereka jauh lebih besar. “Karena” mereka mengalahkan kelelahan, ketakutan, dan halang rintang lainnya. Itu yang membuat mereka istiqamah. 

Ketika lelah turun, lelah nulis, lengkapi kalimat berikut, 

“Saya menulis semata-mata karena …” 

Jika sudah terjawab dengan mantab, maka kita dapat menjawab pertanyaan di judul post ini. 


Wallahua'alam bisshawab

  • view 58