Merobek Cakrawala

Hilman Kamilatu
Karya Hilman Kamilatu Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 10 Maret 2016
Merobek Cakrawala

Permulaan Pertama

Saban hari kau merindukan masa lalu, bukan tentang penyesalan, waktu yang terbuang, atau kesempatan yang tercampakan. Tapi ini sederhana daripada itu. Tentang cerita yang baru hari ini kau sadari. Siapakah aku?

Permulaan Kedua

Kemarin kau ragukan mereka, para tetangga, Ibu dan Ayahmu, Saudaramu, Kolega, dan teman jual-belimu. Sehingga kau terasingkan.

Permulaan Ketiga

Terkadang Tuhan tak pernah yakin seperti apa yang kau yakinkan. Butuh usaha yang nyata, bukan hanya wacana belaka.

Permulaan keempat

Kosongkan semua cawanmu

Masa Pertengahan

Di pojokan beranda rumahmu, kau habiskan lembaran buku, berjuta kata, segudang makna, tapi tak mengerti arahnya kemana?

Terambang kau pahami, siapa yang menuangkan tinta sebagai ide? Raib. Ditinggal gelanggangnya.

Mengapa harus menjadi rutinitas? Kau bertanya kepadaku. Entahlah. Hanya saja itulah permulaan yang membuatmu bosan.

Meskipun jalan kerumahmu tak seperti rencana yang kau guratkan.

Masih ada sejuta parang yang akan menerkam, bersiaplah. Jangan pernah mengelak, apalagi pergi.

Ini hanya sebuah teori kepantasan. Mungkin juga akumulasi hari esok.

Hinngga pada akhirnya

Kau berjubel sarjana

Tumpah ruah karena haru orang tuamu

Lepaskan masa muda dengan kerja, kerja, kerja

Bukan tentang kekuatan mimpi, tapi tentang kekuatan bertindak

Kau bahagia, Rindu akan masa depan. Pasti bahagiamu.

  • view 265