SABARI: kekasih hati itu kembali

Hilman Kamilatu
Karya Hilman Kamilatu Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Januari 2016
SABARI: kekasih hati itu kembali

SABARI: kekasih hati itu kembali lagi

Tidak seperti hari ini, karena esok masih ada matahari, untuk tetap mengawali pagi. Menelusuri tengah hari sehingga tiba waktu senja untuk diakhiri. Saban hari ia hanya berkhayal meratap diri, tentang nasib yang Tuhan gariskan seperti titik nadir. Luna telah pergi, tinggalkan Nira yang masih bayi. Kekasihnya yang telah menjadi istri. Entah kemana ia harus mencari. Kini sabari mulai depresi. Nasihat ustadz Hanafi seakan hanya wara wiri, masuk di kuping kanan loncat di kuping kiri. Bukan itu yang ia ingin ketahui, melainkan jalan hidupnya yang harus ditelusuri. Nasib itukah yang masih jadi misteri?

Dalang semua ini adalah Datuk Maringgi, ia datang lalu membawa luna lari. Membawanya keliling luar negeri, karena uang yang ia miliki. Kasian Sabari hidupnya bak ratapan anak tiri. Apalagi Nira yang masih memerlukan asi. Sulit untuk mengakhiri masa paceklik keaiban diri. Karena hidup adalah tentang mencari. Tidak boleh untuk dicaci. Maka harus banyak memberi. Memang iya perempuan itu banyak seperti bidadari, tapi Luna sudah terpatri dalam sanubari. Tidak selayaknya untuk direlakan pergi. Nasib itukah yang masih jadi misteri?

Asapun kembali, kala luna memberi senyuman dilubuk hati. Entah kapan ia akan kembali, mendekap dalam rohani. Karena jiwa ini tak ingin lagi diracuni. Apalagi Nira yang kangen untuk dilindungi. Semoga kebahagiaan kemarin kembali. Bukan harinya tapi semacam elegi. Kisah cinta yang harus bersemi lagi. Karena jiwa sabari tak sanggup untuk lama disakiti. Luna gadis sang penakluk hati. Mengapa kau tega berpaling mengkhianati? Bukankah tempo lalu kita pernah dalam satu mahligai cinta ilahi? Nasib itukah yang masih jadi misteri?

Mungkin inikah yang dimaksud Juhaidi, kakek luna yang tempo lalu mati. Ayah dari seorang sabari. Memberi nama Sabari bin Juhaidi. Agar lusa ia mampu bertahan diri. Dari kerasnya hidup yang selalu menghakimi. Dari surau menjadi cahaya rubbi. Lika bersama likunya yang datang silih berganti. Ia datang tak pernah peduli. Terimaksih pernah datang sebagai pelipur hati, sebagai kekasih yang datang lalu pergi. Untuk lusa yang entah kapan ia kembali. Nasib itukah yang masih jadi misteri?

Ada masa dimana musim gugur itu akan digantikan bersama datangnya musim semi, samahalnya cinta Luna kepada sabari. Kekasihnya yang telah menjadi suami. Ia sadar akan kealpaan ini, karena memilih untuk lari. Meninggalkan Nira luruh dalam cinta yang terurai. Sudah waktunya untuk diperbaiki. Karena kemarin adalah serpihan mozaik dari hidup ini. Luna kembali lagi, kepada Nira dan kepada suaminya Sabari. Ucapan syukur kepada sang Ilahi. Tentang nasib ini yang masih jadi misteri.

  • view 203