Bandang

Hilma YR
Karya Hilma YR  Kategori Puisi
dipublikasikan 30 September 2016
Bandang

Tumpukan batu yang dulu menjadi benteng

Kini tlah hancur terpisah dari semen bermerk sebagai perekat

Bangunan penghilang penyakit hanya menyisakan lumpur penyebab penyakit

Jembatan penghubung runtuh membuat manusia terkatung-katung

 

Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan?

Manusia?

Atau air yang bekerjasama untuk melakukan itu

Berdemo meruntuhkan pagar-pagar beton yang dibangun asal tancap

 

Sepanjang jalan ambulance menangis dengan rintihan yang menyayat

Rumah-rumah yang dibangun untuk berlindung seakan menjadi ancaman

Kendaraan sebagai pelari kencang menjadi rongsokan penghuni tempat sempit

 

Barang-barang yang di anggap berharga mendadak bisa berenang mengikuti arus air yang berwarna coklat pekat

Tak bisa direngkuh

Semuanya hanyut

Diri berlari menepi menyadari bahwa raga yang bernyawa ternyata lebih berharga

Garut 21 September 2016

 

gambar

  • view 149