Menunggu = Berharap

Hilma YR
Karya Hilma YR  Kategori Puisi
dipublikasikan 18 Agustus 2016

Menunggu hidup untuk hidup Berharap hidup untuk mati Backsound: kitaro koi

  • view 287

  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    1 tahun yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Puisi audio karya Hilma YR ini suara audionya terlalu lemah. Tak lepas dari itu, intonasi dalam membacakan puisinya pun terlalu datar, terkesan seperti pembunuh berdarah dingin. Kurangnya penghayatan terlihat dalam membacakan puisinya yang agak terburu-buru dan berdampak kepada pendengar yang tidak bisa ikut menghayati.

    Meskipun puisi audio ini masih ada beberapa bagian yang harus dibenahi, tapi isi dari audio ini cukup menarik perhatian. Isi puisi yang dikemas dengan pemilihan kata-kata yang apik, akan menjadi bahan renungan pendengar. Tidak akan cukup sekali untuk mendengarkan puisi audio ini.

    Karena hidup untuk menunggu dan berharap
    Menunggu mimipi menjadi nyata
    Menunggu lara berubah bahagia
    Menunggu waktu dimana raga melepas nyawa
    Berharap takdir baik selslu menghampiri
    Berharap esok hari tak hanya menjadi mimpi
    Berharap hidup tak sekedar hidup

  • Simfoni Negeri
    Simfoni Negeri
    1 tahun yang lalu.
    Puisinya udah bagus.
    Ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki. Suaranya terlalu lemah. Rekaman langsung tanpa headset kalo saran saya. hp dilapisi kain biar suara tambah lembut. Pelankan pembacaan biar pendengar ikut menghayati.