(Bukan) Selempang WIsuda

Ari  Hilfa
Karya Ari  Hilfa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Desember 2016
(Bukan) Selempang WIsuda

Kemarin salah seorang sahabat baru saja melaksanakan ujian akhirnya. Setelah berminggu-minggu terluntang-lantung, tidak ada kepastian kapan sidang karena sang dosen pembimbing sedang sibuk mengurusi akreditasi program pasca sarjana di departemen, akhirnya kemarin dia sidang. saya, Gina, dan Vella punya grup whatsapp namanya PAJALE. Kenapa PAJALE? Karena saat KKP kami semua kebagian program pendampingan UPSUS PAJALE dan objek penelitian kami sendiri ternyata komoditas PAJALE. Gina dengan padi, Vella dengan jagung, dan saya sendiri dengan lele kedelai. Yah memang seharusnya PAJALAI, bukan PAJALE. Tapi itu bukan hal penting. Kalau orang bilang, apalah arti sebuah nama...

Sebagai mahasisa (itu bukan typo), saya sendiri sebenarnya sudah sering baper mendengar teman-teman yang sudah seminar, sidang, sudah dapat SKL, wisuda, bahkan menikah. Tapi hasil memang tidak akan mengkhianati proses. Mereka yang selesai duluan itu memang mulai lebih dulu daripada saya. Sebenarnya bukan mereka yang mulai duluan, hanya saja saya mulai agak belakangan. Mereka juga nggak meninggalkan penelitiannya seperti saya. Saya beberapa kali meninggalkan urusan saya dengan kedelai karena ada hal lain yang saya urus. Namun pada akhirnya saya selalu kembali kepada kedelai yang setia menunggu di dalam laboratorium.

Sering ditanya ‘kapan seminar?, kapan sidang?,kapan wisuda?’ dan sebagainya membuat saya terbiasa dengan pertanyaan mematikan menusuk seperti itu, tapi tidak membuat saya kebal. Selalu ada lecet tak terlihat setelah ditanya seperti itu. Saya hanya menjawab ‘doakan ya, semoga lekas seminar dan sidang. supaya semester depan tidak perlu bayaran lagi.’ Selalu ada sisi baik dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Itu berarti mereka adalah orang-orang yang perhatian, ingin tau sudah sampai mana progres kita. Mereka ingat masih ada teman-teman seperjuangannya yang sudah lama tak berkabar. Untuk teman-teman yang sering bertanya dan belum melewati masa ini, tenang saja. Akan tiba saatnya kalian yang ditanya dengan pertanyaan macam ini. hohoho...

Well, semua orang sedang dalam masa berjuangnya masing-masing...

Setelah demisioner dari BEM KM saya benar-benar tidak mengurusi hal lain selain kembali menyelesaikan urusan saya dengan kedelai. Hanya sesekali berkumpul dengan teman-teman kemdik (tentang kemdik ini ada ceritanya sendiri). kadang saya merasa jadi sedikit apatis di kemdik ini. padahal kemarin-kemarin biasanya sering pergi bersama-sama kemana pun, pulang sampai lewat jamal (jam malam), eh sekarang benar-benar jarang kumpul. Jadi nggak banyak tau kabar anak-anak kemdik. Sejujurnya sekarang saya selalu membandingkan acara apapun dengan kegiatan nge-draft skripsi ini. saya pikir daripada menghabiskan empat lima jam di luar, lebih baik saya nongkrong di lab dengan file-file draft. Saya membuat tulisan ini pun di sela-sela membuat draft seminar dan skripsi, mumpung sedang rehat.

Mungkin ini hanyalah satu dari sekian banyak perjuangan berat lainnya yang nanti akan saya hadapi, namun saya begitu merasakan bahwa ksripsi ini benar-benar perjuangan, yang mana benar-benar harus dikerjakan sendiri. Bagi yang sedang dan sudah melewati tahap ini tentu tau dengan pasti bagaimana  rasanya menjadi single fighter. Meskipun mengerjakan draft skripsi bersama teman-teman di perpustakaan atau di laboratorium, tetap saja draft ini harus dikerjakan sendiri. skripsi ini tidak seperti tugas kelompok yang kadang ada anggota di dalamnya yang sama sekali tidak berpastisipasi dalam pengerjaannya. Orang seperti itu saya rasa akan kerepotan dalam mengerjakan tugas akhirnya kelak.

Seorang single fighter tentunya tetap perlu dukungan dan bantuan orang lain. Alhamdulillah, saya punya teman-teman yang sangat baik. Ada yang mau membantu menanam saat awal saya memulai penelitian, ada yang selalu memberi saya tumpangan motor ketika harus pergi ke lahan penelitian yang waktu tempuhnya bisa sampai dua jam jika menggunakan angkutan umum, ada yang ikut panen dan pengamatan di lab sampai malam, ada yang mengingatkan ‘semoga setiap biji kedelai yang Ari hitung termasuk dzikir kepada Allah’ ketika sedang bosan menghitung biji-biji kedelai, ada yang muncul dan mengingatkan supaya tidak ikut jalan-jalan ketika teman-teman kemdik ramai di grup whatsapp, merencanakan akan jalan-jalan.

Kembali ke Vella...

Beberapa minggu sebelum sidang, dia sempat mengajak untuk membuat selempang wisuda (padahal mah selempangnya dipakai setelah keluar ruang sidang bukan saat wisuda, tapi entah kenapa orang-orang menyebutnya selempang wisuda). Aku saat itu hanya mengiyakan tapi belum bisa mewujudkan (?) ajakan Vella itu karena tidak punya kontak sang pembuat selempang. Seminggu sebelum Vella sidang, saya baru cari-cari kontak orang yang biasa terima pesanan selempang wisuda, namun karena terlalu mepet dan menjelang libur panjang, dua orang yang saya hubungi tidak ada yang menyanggupi pesanan saya.

H-2 Vella sidang, saya ngobrol dengan Gina tentang selempang wisuda ini. Luckily, Gina punya kontak ibu tukang jahit yang terima pesanan selempang wisuda. Setelah Gina pastikan, ternyata ibu tersebut menyanggupi pembuatan selempang dalam dua hari. Selasa pagi ibu tukang jahit mengabarkan bahwa selempangnya sudah jadi dan bisa segera diambil. Yeay!

Saya dan Rezky menemani Vella sebelum dia masuk ruangan sampai masuk, lalu kami tinggal sebentar untuk beli beberapa hal untuk Vella. Beli balon berbentuk S dan P (sarjana pertanian) dan pisang sebagai hadiah ulang tahunnya. Hari minggu kemarin dia ulang tahun tapi saya hanya memberi ucapan selamat sekitar tiga puluh menit sebelum hari berganti. Wkwkwk...

Kejutan lain untuk Vella adalah dua kakaknya hadir dan menunggui Vella selesai sidang. sebelumnya sang kakak memang sudah menghubungi saya menanyakan ruangan sidang Vella. Katanya jangan kasih tau Vella bahwa sang kakak akan datang, biar jadi kejutan.

Vella keluar rungan sekitar dua jam setelah masuk tadi. Ekspresinya tidak  jelas. Ada tampang senyam-senyum, ada gugup juga, grogi, capek, dan lain-lain. Tapi satu hal, dia sangat lega. Kami semua senang dengan kelulusan Vella, dengan catatan beberapa revisi. Ada yang memberi kue brownies kukus dengan tulisan selamat ulang tahun, ada pisang-pisang (buah kesukaannya), ada semacam sertifikat ukuran A2 dari teman-teman kepanitiaannya, aca bingkai foto dengan ucapan selamat dari saudara-saudaranya, dan tentunya selempang wisuda dari saya dan Gina. Senang rasanya bisa mewujudkan keinginan teman yang ingin buat selempang wisuda.

Barakallah fii ilmii, Vel. Semoga ilmunya bermanfaat. Wisuda bulan Maret saja ya, semoga Ari bisa wisuda bulan Maret. Doakan kami-kami yang belum lulus ini supaya segera menyusul, segera melepas status mahasiswa tingkat lanjut.

  • view 211