TERIMA KASIH UNTUK KALIAN, ADIK-ADIK YANG LUAR BIASA!

Ari  Hilfa
Karya Ari  Hilfa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 September 2016
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN, ADIK-ADIK YANG LUAR BIASA!

Beberapa bulan belakangan ini saya menjadi panitia inti (yang hanya terdiri dari delapan orang) suatu acara yang rangkaiannya lumayan panjang. Mulai dari Februari lalu dan baru selesai hari minggu (25/9) kemarin. Alhamdulillah lancar. Acara yang kami adakan ini secara garis besar untuk mengakomodir teman-teman  yang ingin mengetahui lebih banyak tentang pendidikan pasca sarjana, pendidikan luar negeri,  budaya-budaya negara lain yang mana negara tersebut menjalin kerjasama (exchange program) dengan kampus kami, dan berbagai macam beasiswa dalam dan luar negeri.

Saya dibantu oleh teman-teman (sebenarnya sih adik-adik) yang sangat hebat. Saya dan seorang rekan saya dalam foto ini merupakan senior (paling tua) karena yang lainnya adalah adik-adik yang satu bahkan tiga tahun lebih muda dari saya. Terkadang saya merasa seperti ‘mengasuh’. Tapi itu bukan suatu hal yang buruk. Saya senang bisa menjadi pendengar mereka. Senang mendengar berbagai cerita mereka, baik itu tentang hal-hal lucu, memalukan, mengesalkan dan menyebalkan, bahagia, sedih. Saya senang bahwa saya dipercaya oleh mereka untuk mendengar dan menanggapi mereka.

 Meskipun lebih muda, tapi mereka lebih hebat dari saya. Ada yang hebat desain, ada yang jago videografi, ada yang jago dekorasi, ada yang kuat mengangkut berbagai macam logistik, ada yang jago mengonsep acara, ada juga yang lucu dan pandai menghibur. Karena belajar bisa dari siapa saja dan kapan saja, maka saya banyak belajar dari mereka selama kepanitiaan ini berlangsung. Belajar mengondisikan diri sendiri dan orang lain,

Tim kami terdiri dari banyak orang, jauh lebih banyak dari yang ada di dalam foto. Banyak yang tidak bisa hadir saat foto ini diambil karena yang lainnya sedang berhalangan hadir. Saya paham bahwa ada banyak alasan mengapa mereka tidak bisa hadir. Saya maklumi.

Foto ini diambil malam hari setelah kami membereskan ruangan yang akan digunakan untuk acara keempat dari lima acara yang masuk dalam rangkaian acara kami. bahkan ketika sudah begitu lelah mereka masih bisa tersenyum dan berpose. Mereka lucu, kan? :)

Empat tahun belakangan ini saya mengikuti banyak kepanitiaan dan merasakan berbagai jabatan maupun divisi. Saya selalu berusaha menjalani kepanitiaan dengan baik. Rajin hadir dalam berbagai rapat (rapat divisi, rapat koordinasi, rapat gabungan, rapat general), menjalankan jobdesc, bahkan membantu pekerjaan rekan divisi lain yang sebenarnya tidak wajib saya kerjakan karena tidak masuk dalam jobdesc saya. Tapi ternyata saya tidak bisa diam saja.

Dan sekarang saya melihat kejadian itu pada adik-adik saya ini. Saya begitu terharu pada mereka yang mau berlelah-lelah mewujudkan acara kami ini. pulang hampir tengah malam terutama ketika sudah H-7 menjelang acara, dimarahi orang lain karena sedikit saja kesalahpahaman, mengangkut berbagai macam logistik yang berat dan ukurannya luar biasa. Tidak ada perjanjian atau pun kontrak yang mencantumkan bahwa akan ada insentif atau pun hadiah bagi mereka yang bergabung dalam kepanitiaan ini. Saya tidak bisa membayangkan bahkan saya juga melakukan hal seperti itu dulu. Sungguh saya sangat terharu pada mereka.

Dan minggu kemarin ketika kami baru saja menyelesaikan rangkaian keempat dari lima acara ini, saya tidak bisa menahan tangis. Ketika mereka sibuk menyelesaikan barang-barang yang lumayan banyak, saya justru menangis di bagian belakang ruangan ditemani dua teman saya yang merupakan panitia inti juga. Mungkin adik-adik ini melihat saya menangis, tapi saya sudah tidak peduli. Saya pribadi sudah menahan berbagai macam emosi (kesal, lelah, lega, sedih, senang) selama menjalankan rangkaian acara kami sejak bulan Februari. Tidak ada kaitannya dengan adik-adik saya ini karena selain keep contact dengan mereka, saya juga berkoordinasi berbagai pihak (bagian ini yang paling sering bikin kesal dan lelah).

Adik-adik saya ini berpura-pura seolah-olah tidak melihat saya menangis dan bertingkah seperti biasa. Mereka tahu bahwa kalau mereka menanyakan kenapa dan kenapa saya menangis justru saya akan terus menangis dan ruangan tidak segera bersih, mungkin...

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah saya sangat berterima kasih kepada mereka. Yang ada dan tidak ada didalam foto, kalian adalah orang-orang yang keren. Kalian mungkin tidak tau bahwa saya sangat menyayangi kalian. Yakinlah bahwa yang kita lakukan semata-mata adalah untuk menebar manfaat bagi orang lain dan yang sudah kita lakukan ini memang bermanfaat bagi mereka. Jangan kapok ya :)

 

Sampai ketemu lagi di tempat yang lebih keren!

  • view 177