#Cerita3 Bagaimana Aku (tidak) Bisa Mencintai yang Lain

Ari  Hilfa
Karya Ari  Hilfa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 September 2016
#Cerita3 Bagaimana Aku (tidak) Bisa Mencintai yang Lain

Kemarin dalam sebuah perjalanan aku mencoba untuk jatuh cinta pada yang lain. Selain kamu... ternyata aku tidak bisa. Bahwa jatuh cinta pada orang yang mungkin lebih baik darimu tidaklah mudah. Mencintai orang yang lebih ramah darimu tidaklah mudah. Bagaimana bisa aku menjadi penyempurna bagi hidup seseorang jika dia sudah sempurna? Mungkin dia bisa menggenapi hidupku, namun aku belum tentu bisa menggenapi hidupnya.

Kamu mungkin bukan orang yang sempurna. Seorang pria yang tidak peka pada orang lain, termasuk aku. Seorang pria yang sering gagal menyusun kalimat romantis sehingga seringkali tak bisa kupahami kalimat romantismu itu, seorang pria yang keras kepala, begitu keras untuk mewujudkan impian kita berdua. Kita bisa saling menggenapi dengan segala yang kita miliki. Setiap orang tidak perlu menjadi sempurna supaya kita bisa menjadi penggenap bagi yang lain. Pemahaman itu yang aku dapatkan selama aku bersamamu.

Begitu banyak hal di dunia ini yang tidak sempurna, seperti takdir kita. Karena satu dan lain hal kita tak lagi dapat bersama. Setelah kita berpisah kita terus mencoba untuk menjadi lebih baik. Mungkin kamu tidak tahu, bahwa sampai saat ini ternyata perasaanku masih sama, masih utuh, masih begitu besar. Terkadang aku ingin kamu mengetahuinya. Aku tidak pernah benar-benar menyadarinya hingga beberapa waktu yang lalu sesuatu yang lain terjadi.

Setelah kamu, datang beberapa pria lainnya yang mencoba untuk menggenapi hidupku. Aku sempat mengira bahwa aku bisa menerima mereka dalam hidupku karena berpikir bahwa aku juga menyukainya. Ternyata tidak mudah menerima mereka karena aku benar-benar hanya menyukainya, tidak lebih. aku sungguh ingin membalas perasaannya, tapi aku tidak bisa. Apakah kamu tahu kenapa? Aku tidak yakin, tapi kurasa karena aku masih terpaut pada segala yang ada pada dirimu sehingga tanpa sengaja selalu membandingkan mereka dengan kamu. Maafkan aku, Tuhan...

Beberapa hari yang lalu, aku melakukan perjalanan dengan beberapa kawan, namun ada satu yang berbeda di antara mereka. Dia menjagaku meski dia berusaha menyamarkannya. Dia mencariku jika sebentar saja aku menghilang jari jangkauan pandangnya. Dia memberikanku tempat duduk dalam kereta yang penuh sesak, sedangkan dia berdiri di depanku, menjagaku. Aku tertidur setelahnya selama beberapa saat karena perjalanan begitu jauh. Ketika aku bangun, kereta sudah sepi. Tersisa beberapa penumpang yang akan turun di stasiun terakhir, sama sepertiku. Aku memandang sekeliling dan ternyata dia duduk tepat di sampingku. Kepalaku tersandar di bahunya ketika aku tertidur. Bagaimana bisa aku tidak jatuh hati pada pria itu? Apakah kamu bisa membantuku untuk menemukan jawabannya?

Mungkin aku hanya terlalu banyak memendam, terlalu lama menahan. Seorang sahabat pernah berkata padaku, ‘untuk menyembuhkan hati, kamu hanya perlu mengeluarkan apa yang menjadi penyebab luka hatimu. Keluarkan hingga tidak ada yang tersisa. Sampaikan saja pada Sang Pemilik Hati. Namun ada hal yang mungkin tidak setiap orang tahu, bahwa kamu perlu juga menyampaikan segala sebab resah hatimu pada orang yang bersangkutan supaya bisa kamu kembalikan padanya.’

Itu pula yang aku pikirkan saat ini. apakah segala perasaanku padamu ini tidak bisa tuntas karena tidak pernah kuungkapkan padamu sampai tuntas? Sekarang aku hanya menunggu bagaimana Tuhan membantuku menuntaskan segala perasaan ini. apakah akan berujung padamu atau yang lain? Aku tidak tahu... Sekarang kuputuskan untuk menjaga hatiku, hanya untuk dia yang dikirim Tuhan untuk menggenapkan hidupku pada waktu yang tepat.

 

 

sumber gambar: http://www.kapanlagi.com/film/internasional/review-strobe-edge-62bc41.html

  • view 358