Pilihkan Ibu yang Baik Untuk Anakmu

Hidayah Rahmad
Karya Hidayah Rahmad Kategori Agama
dipublikasikan 22 Januari 2018
Pilihkan Ibu yang Baik Untuk Anakmu

Pilihkan seorang ibu yang baik sebagai pendidik untuk anak-anakmu.

Tulisan ini saya tulis sekembali dari sebuah kajian yang bertemakan parenting di hari Ahad lalu. Pada dasarnya mendidik anak adalah tanggung jawab utama seorang ayah selaku pemimpin dalam keluarga. Didasari oleh Firman Allah  “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS At tahrim 6).” Namun aktualnya peranan seorang ibu dalam pendidikan seorang anak lebih besar dalam praktik kehidupan brumahtangga yang sesungguhnya. Karena ibu adalah orang yang memiliki waktu lebih banyak dalam kebersamaan dengan anak dibandingkan dengan sosok ayah.

Rasulullah bersabda , "Setiap dari kalian adalah pemimpin dan dari setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.”Sahih al-Bukhori: 4789.

Anak adalah amanah dari Allah bagi kedua orangtuanya, memimpin menuju jalan Allah dengan mendidiknya dengan baik adalah bentuk tanggung jawab orangtua kepada anaknya sekaligus kepada Allah. Penuhilah salah satu hak anak kepada orangtuanya yaitu haak mereka  untuk mendapat pendidikan terbaik dari seorang pendidik yang baik pula. Sehingga menjadi pendidik yang baik adalah sebuah bekal yang harus dipersiapkan seseorang sebelum dia disebut sebagai ‘orangtua’ bagi calon anak-anaknya kelak.

Dasar pendidikan anak dalam Islam dimulai dari sejak anak belum dilahirkan. Sejak calon ayah masih dalam tahap memilih calon ibu buat anaknya. Maka pilihkanlah untuk anakmu seorang Ibu yang memiliki pengetahuan bagaimana cara mendidik dan membesarkan anak dengan baik. Karena orang yang tidak mempunyai sesuatu dia tidak akan dapat memberikan sesuatu.

Dari itu ajaran agama ini mengajarkan bagaimana cara memilih seorang pendamping hidup. “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.”  al-hadits an-nabawi hal 63 no 21.

Keshalihan seorang wanita lebih utama dari kriteria apapun, karena wanita sholihah tidak akan mendurhakai dirimu dan membuat anakmu menjadi durhaka kepadamu. Wanita shalihah dan berilmu adalah jaminan yang akan menggaransi keturunanmu menjadi generasi Rabbani yang menjadi investasi besar kesuksesan orang tua di dunia dan akhirat.

Tidak ada faedah yang lebih besar setelah keimanan kepada Allah bagi seorang laki-laki dibanding faedah seorang istri shalihah yang baik akhlaknya, besar cintanya dan subur banyak anaknya. Sebaliknya tidak ada keburukan yang lebih besar setelah kekufuran kepada Allah dibandingkan wanita yang buruk akhlaknya dan tajam lisannya.

Diantara wanita itu ada yang memiliki belenggu yang harus engkau lepas dan engkau ganti darinya. Artinya janganlah seorang suami terikat oleh sifat-sifat buruk bawaan seorang istri/pasangan yang membuat seorang suami  justru ikut terseret dalam keburukannya. Sebaliknya, seorang suami harus bisa mengarahkan istrinya menuju arah yang lebih baik jika dia temui ada sisi keburukan yang ada pada istrinya. Karena setiap sifat yang ada pada istri ataupun suami ibarat cermin yang akan menjadi wajah anak-anaknya kelak.

Sekali lagi, memeprsiapkan generasi sholih dan sholihah adalah investasi yang sangat berharga. Sungguh anak yang shalih adalah harta paling berharga bagi setiap orangtua. Doanya akan menjadi jalan kebahagiaan bagi orang tuanya bukan hanya di dunia ini bahkan sampai kehidupan setelah kematian. Sungguh di akhirat akan ada orang yang akan diangkat terus derajatnya di dalam syurga dan ketika dia bertanya kepada Allah apakah yang terjadi dengan keadaannya, Allah menjawab "Anakmu di dunia terus menerus memohonkan ampunan bagimu dalam setiap doanya."

Untuk para Ibu dan calon Ibu lukislah gambaran generasi terbaik dengan tanganmu, jangan biarkan sebuah generasi tumbuh dalam keburukan karena kelalaianmu. Sungguh seandainya bukan karena bujukan syaitan dan buruknya pendidikan yang orang tua berikan, seorang anak akan terus lurus berada di atas kebenaran jalan Allah. Itulah kenapa Allah menyuruh setiap pasangan sebelum melakukan hubungan suami istri untuk berdoa memohon perlindungan kepada Allah seandainya dari hubungannya dikaruniakan anak maka syaitan tidak akan sanggup mencelakakan anak tersebut. Dan jika anak tersebut sudah terlindung dari jeratan syaitan maka tinggal peranan orangtuanya yang akan menentukan kebaikannya. Anak yang sholih adalah cerminan keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya.

Allah mendahulukan wasiat kepada orang tua untuk mendidik anaknya dibanding wasiat kepada anaknya untuk berbakti kepada orang tuanya. Untuk itu setiap orang tua sudah seharusnya membekali diri dengan ilmu dalam mendidik anak dengan baik jika mereka mengharapkan anak-anaknya berbakti kepadanya kelak di kemudian hari.

Wahai para Ibu dan calon Ibu, engkau memegang peranan yang sangat penting untuk kelangsungan kebaikan sebuah generasi. Semoga Allah mampukan engkau semua menjadi pendidik yang baik buat anak-anakmu. Dan satu pesan penting buat kita semua, jangan sampai kita menjadi orangtua yang durhaka kepada anak-anak kita sebelum mereka kelak mendurhakai kita.

 Ditulis spesial untuk calon (insyallah) ibu terbaik yang ada di Malang. ^^

Thumbnail pic diambil di sini..

Catatan  220118

HnR

 

  • view 175