60 hari memupuk cinta

Hidayah Rahmad
Karya Hidayah Rahmad Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Januari 2018
60 hari memupuk cinta

Kubuka tulisan ini dengan ucapan terimakasih untukmu karena telah membuatku tak berhenti mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah yang telah menjadikan diri ini mendapati apa yang aku miliki saat ini. Ingin aku gerakkan tangan ini untuk menceritakan betapa bahagianya diriku memiliki perhiasan dunia yang begitu berharga dan tenggelam di lautan kasih sayang yang tak berbatas.

“Enam puluh hari yang mengagumkan dalam kebersamaan denganmu.” Begitulah kalimat yang sanggup aku ucapkan saat ini. Saat cinta dalam sekeping hatiku menemukan tempatnya berlabuh.  Disana dia tumbuh tahap demi tahap dalam penjagaan penguasanya. Dan kaulah istriku yang membuat diriku tak berhenti mencari cara untuk selalu jatuh cinta kepadamu.

Istriku, kutemukan cintamu dalam upaya laksana mengais sebutir permata di lautan luas. begitu keras dan menguji. Karena aku yakin engkau akan menjadi nilai yang begitu berharga untukku seperti saat ini. Engkau datang bersama harapan dan singgah dalam hatiku yang telah kau yakini akan sanggup menerima konsekuensi menanggung hidup bersamamu.

Engkau membuat ragaku terpacu, karna cintamu kurasakan bak kekuatan besar yang menjadikan diriku mampu untuk menemukan apa yang sama-sama kita cari. Kau ambil peran sempurna menjadi penguat dalam setiap upayaku. Karena kau pasti tak akan membiarkan aku melaju sendirian dalam juangku.

Engkau hangatkan waktu dalam setiap kebersamaan kita, meskipun ada kalanya semuanya berubah menjadi kesepian yang membunuh saat kau harus menjauh dariku. Aku sadari semua itu adalah dinamika dalam menjalani waktu bersamamu. Seperti menikmati warna dalam goresan lukisan kehidupan.  Ada saat merah senyummu membuatku terkesima,  terpagut cinta dalam kejujuran putihnya kasihmu, atau menahan birunya rindu yang menderu.

Saat ini kurasakan cintamu menyatu dalam hatiku. Aku dapat melihatnya bagaimana dia bekerja meski lisan tak sanggup untuk mengurainya dalam kata, namun hati tak dapat menyangkal akan keberadaannya yang begitu nyata terasa.

Dalam hitungan waktu yang mengingatkanku akan batas sebuah kebersamaan ini, aku ingin mengungkapkan rasa syukur atas apa yang selama ini aku telah jalani bersamamu. Dan sejujurnya aku tak ingin berandai dan bertanya seberapa lama rasa ini akan bertahan. Namun sama-sama kita fahami, hati ini hidup dalam getar rasa yang mungkin tak selalu sama. Menjaga rasa cinta ini kepadamu agar tetap utuh adalah hal yang selama mungkin ingin aku upayakan. Sehari, sebulan, dua bulan, setahun atau seumur hidup. Karna perhitungan kita dan Dia tidak akan pernah sama, tapi yang pasti ada saatnya dan akan ada akhirnya. Dan aku akan bahagia jika akhir rasa ini adalah saat hatiku tak sanggup lagi bergetar, saat dia tak sanggup lagi menumbuhkan rasa untuk apapun yang ada di dunia ini.

Istriku, Ijinkan Aku mencintaimu di setiap saat yang memungkinkan diriku untuk melakukannya..

Cilegon, 090118,  

HnR

  • view 15