Sebulan Bersamamu..

Hidayah Rahmad
Karya Hidayah Rahmad Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Desember 2017
Sebulan Bersamamu..

Ada saat dimana manusia dihadapkan pada jalan kehidupan yang tak pernah terencanakan sebelumnya. Atau kadang sering kita sendiri melakukan permohonan kepada Allah namun sebenarnya kita tidak benar-benar dapat mendefinisikan pasti apa yang kita minta. Dan ketika Allah menjawab doa itu tak jarang kita dibuat takjub dengan hal yang sama sekali tak tergambarkan sebelumnya. Mungkin hal demikian terjadi dalam hidupku saat menerimamu.

Tak terhitung berapa kali do’a kupanjatkan meminta untuk dipertemukan dengan jodohku. Tetapi tak pernah tergambar dalam doaku jika engkau yang aku minta saat itu. Setelah Allah memberikan dirimu kepadaku, sebagai jawaban dari do'a yang terus berulang dan tak terdefinisi itu, menerimamu adalah hal mengejutkan dalam hidupku.

Hari ini tepat sebulan aku membersamaimu sebagai seorang suami.  Aku mulai mengenalmu di hari pertama usia pernikahan kita. Orang yang aku temukan dalam perasaan asing kemudian aku berupaya untuk melihat lebih dalam siapa dan apa yang ada padamu seiring kebersamaan yang baru terjalin saat itu. Berawal dari segala keasingan itu kemudian lahir rasa ketakjuban akan kekuasaan Allah yang telah mempertemukan kita dan membuat hari-hariku diliputi rasa syukur seiring aku mengenal dirimu lebih jauh dan membuatku menyadari betapa beruntungnya aku memilikimu.

Sesekali kau tinggikan aku dengan ungkapanmu yang kadang merasa takut jika kau tak mampu menjadi teman terbaik untuk diriku. Kau ucapkan itu sambil matamu berkaca-kaca di depan wajahku. Kemudian saat aku menghapus air mata yang menggantung di kelopak matamu, kau bilang kepadaku jika kau tak apa-apa dan seketika tangis itu  berubah menjadi senyum yg begitu manis. Dan aku berganti menahan sesuatu untuk tidak jatuh dari mataku di hadapanmu saat itu. Asal engkau tau, sejujurnya ketakutanku akan ketidakmampuanku untuk menjadi pasangan yang pantas untukmu jauh lebih besar dari segala ketakutanmu itu. Namun, aku hanya terus berusaha memantaskan diri untuk menjadi pendamping terbaik untukmu. Itu upaya dalam diamku.

Dalam kebersamaan ini engkau telah merubah satu sisi dari diriku. Aku yang dulu merasa begitu percaya jika selama ini segalanya dapat aku lakukan sendiri. Kini aku menjadi orang yang begitu membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupku. Itu KAMU. Tiba tiba kau menjadi semua alasan-alasanku untuk dapat berbuat sesuatu. Kau begitu mudah untuk aku kenali dalam setiap pemikiranku. Saat aku terhenti dalam fikirku sebagian besar pemikiran itu adalah tentang dirimu. Atau saat aku gelisah karena keadaan, kegelisahan itu pun karena rindu mendalam saat jarak menjauhkanmu dariku. Jiwaku bergantung kepadamu, dan saat itu aku sadar di dekatmu adalah tempat semestinya bagiku. Aku berharap semua perasaan ini adalah bentuk rasa syukurku kepada Allah, untuk merawat rasa cinta yang telah Allah tanamkan dalam hatiku mengarah kepadamu. Cinta dalam keridhoanNya.

Dalam sebulan kebersamaan ini, kau ajarkan aku cara menyelarasakan segala perbedaan di antara kita. Kau begitu pandai menempatkan dirimu pada posisi dimana orang yang ada disampingmu mudah untuk menerimamu. Segala caramu memudahkanku untuk menyesuaikan dimana aku harus berada saat bersamamu.

Dengan melihatmu kutemuan rasa percaya. Ketulusanmu menerimaku dengan segala apa yang melekat padaku semakin meyakinkanku jika engkau membersamai diriku atas dasar ketulusan suci tanpa terlalu banyak berekspektasi. Bersamamu hatiku semakin lebih mengerti cara menggandakan rasa bahagia. Sampai bahagia itu sendiri menjadi hal yang terbiasa dalam setiap kebersamaan kita. Dan kita saling berjanji untuk tidak membiarkan ada rasa yang lain menggesernya.

Sebulan menerimamu sebagai anugerah yang tak terdefinisikan olehku sebelumnya. Melewati kebersamaan bersamamu sampai detik ini seperti mencari dan menerima satu demi satu kebaikan yang setiap harinya terasa begitu menakjubkan..

Terimakasih istriku, Aku yang bahagia menemukanmu...

Suamimu..

HnR

  • view 104