Pejabat "Nrimo ing pandum" Qona'ah

Hidayah Rahmad
Karya Hidayah Rahmad Kategori Politik
dipublikasikan 12 Oktober 2017
Pejabat

Ada yang mengatakan untuk menjadi kepala daerah setingkat Bupati/Walikota dana yang dihabiskan adalah 50-60 milliar rupiah. Wow. Mahalnya berpolitik di negeri ini. Kemudian yang menjadi pertanyaan saya dapatkah orang yang telah menghabiskan uang miliaran rupiah itu untuk menjadi pribadi yang “Qonaah” menerima gajinya yang konon cuma berkisar sepuluh atau belasan juta perbulan setelah menjadi penguasa..?. #Berfikirkeras.

Berarti standar ideal seorang menjadi pemimpin di negeri ini paling tidak harus memenuhi 2 kriteria dasar, selain kompetensi yang baik dia juga harus punya sifat “nerimo ing pandum” atau Qona’ah.

Ternyata untuk syarat yang kedua ini tidak banyak yang memiliki. Tidak mudah untuk menjadi manusia yang bisa Qona’ah terhadap rizki yang Allah berikan. Itulah sebabnya korupsi di kalangan elit politik negeri ini masih marak terjadi. Karena sifat manusia cenderung merasa kurang dan kurang. Untuk itu sepertinya penting bagi calon pemimpin itu untuk belajar menjadi pribadi yang “nrimo” sebelum maju kontestasi pileg atau pilkada, supaya mereka memahami konsep Allah dalam menitipkan rezeki kepada hambanya.

Allah telah menjamin bagi mereka yang bersyukur atas pemberiannya maka Allah akan mencukupkannya. Namun terkadang manusia mengaharapkan yang lebih dari hitungan jumlahnya bahkan sering merasa kurang kemudian berusaha mencari nilai tambah dengan cara yang Allah tidak ridho. Padahal seberapa banyak jumlah yang akan didapatkan itu pun tidak akan mencukupinya.

Bangsa ini mungkin butuh lebih banyak contoh pemimpin yang qona’ah terhadap besarnya penghasilan yang dia terima. Sehingga ketika baju seragamnya menuntut berbuat curang, hatinya yang terpaut pada nilai kejujuran mampu menolaknya. Kita butuh pemimpin yang hanya mencari dan menerima apa yang Allah ridha terhadapnya. Saya menyebut hal ini sebagai keajaiban akhlak seorang pemimpin di jaman sekarang ini. Orang yang tak akan pernah rela jika sesuatu yang didapat dari cara yang tidak baik masuk dan mengalir dalam darahnya dan menjadi petaka yang membuat keberkahan menjauh dari kehidupannya

HnR

Thumnail pic diiambil dari sini

  • view 19