Setiamu Bercerita..

Hidayah Rahmad
Karya Hidayah Rahmad Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Agustus 2017
Setiamu Bercerita..

Sejengkal tapak tapak waktu berlalu dariku dan perlahan menjauh
Gurat usang lukisan masa lalu menyajikan sekeping puzle cerita kehidupan yang terlepas, terabaikan, usang dan tergelincir dari tempat yang semestinya
Hari itu seperti hadir kembali menerobos lorong waktu menyapa dan sekedar bercerita tentang kisahnya yang sendu

Hari lalu bagai rentang terjauh yang tak mungkin untuk didatangi
Meski terkadang lembar lembar kisahnya merayu, mengajak bercengkerama dengan ceritanya
Melihat, menyentuh dan mencoba mengenal lagi sekeping hati yang berhias kesetiaan
Sepanjang waktu menunggu, membuka hati berharap seseorang datang untuk mengetuknya

Dari menit, jam, hari, bahkan tahun berlalu kau mengikat diri dalam janji
Menjaga hati membunuh ragu menyelami makna setia
Asa terlambung tinggi dikepak sayap cinta yang tak pasti
Meski kadang lelah tapi konsekuensi cinta membawa kaki terus berjalan
Cinta selalu ada batasan, dan batas itu menjadikanmu memperjuangkannya sampai akhir cerita

Ketika sampailah kau diujung waktumu menunggu
Saat asa mulai terkikis, ketika pagi menggeser malam dan menegur mimpi
Saat itu kau letakkan harap dan memendamnya sedalam yang kau mampu
Cinta yang tergenggam kau kembalikan kepada penguasanya
Kau akhiri kisah ceritanya di penghujung rindu yang membiru

Malam.. Di ujung heningmu aku tersadar bahwa sekeping hati itu kini terluka
Membiarkan hatinya beku dan mati rasa mengharapkan cinta yang tak peka
Mata ini buta.. buta akan kesetiaanya
Hati ini tega.. melihat derai airmatanya mengalir
Dan betapa acuhnya aku membiarkannya memendam pahitnya rasa.

Kadang diri tak cukup pandai menterjemahkkan bahasa cinta dalam diam bibirnya
Atau memang cinta sedang menyapaku dengan kata yang susah untuk aku terima
Dan kini api cinta pada sekeping hati itu telah padam
Dia kembali membuka hati tuk mengenal yang menghampiri sebagai pngganti yang dilepas pergi
Sambil berharap Dia yang datang membawa kehangatan kasih yang mencairkan kebekuan rasa
Membalut luka dan mendekapnya erat dalam hangatnya kasih

Jauh dia telah lepaskan rasa, seperti jauhnya tapak kaki sang waktu
Dari kisahnya kucoba mengais makna tuk besarkan jiwa
Memang cinta tak harus selalu berbalas cinta
Namun selau ada bahagia ketika hati disentuh kehadirannya
Ribuan kata maaf mungkin tak akan mampu menghapus jutaan luka
Namun sekeping do’aku melangit sebagai pesembahan terindah untukmu yang setia
Masalalu ketika itu tetap tak akan dapat kembali, namun terkadang kisahnya masih melekat dan menghiasi hidup yang terus berjalan sampai detik ini..

Ia begitu banyak bercerita, tentang cinta, dan kau yang setia


HnR

Credit : Thumnail pic https://www.google.co.id/search?q=menunggu&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwig8Z_0tfvVAhXJlJQKHTMaA8EQ_AUICygC&biw=1366&bih=613#imgrc=ck7n-DFd3sZ7LM:

  • view 13