Keterbatasan

Hidayah Rahmad
Karya Hidayah Rahmad Kategori Filsafat
dipublikasikan 22 Agustus 2017
Keterbatasan

Allah memberikan apapun kepada kita sesuai dengan kadarnya . Kita diberikan kemampuan untuk melihat, mendengar, mengingat dan apapun itu semua ada titik batasnya. Dia yang telah menciptakan kita, Dia pula yang mengerti bagaimana melindungi kita dan Dia adalah sebaik baik pelindung . Setidaknya prinsip inilah yang harus kita fahami untuk melihat sebuah keterbatasan.

Allah berikan kepada kita pengetahuan, sehingga dengan pengetahuan itu kita merancang sebuah asa dan cita. Kemudian kita diberikan keleluasaan untuk berupaya dan memperjuangkan cita-cita tersebut, namun Allah telah letakkan batasan akan kemampuan kita dalam berusaha baik itu kita sadari atau tanpa kita sadari. Dalam batasan itu terdapat bentuk kasih sayang Allah kepada kita hambaNya, semata untuk melindungi kita dari kondisi – kondisi yang sesungguhnya tak mampu untuk kita lakukan atau kita terima.

Seperti halnya keterbatasan mata untuk melihat karna Allah hendak melindungi kita dari apa yang tidak mampu untuk kita lihat. Begitupun keterbatasan kita dalam mendengar adalah sebagai bentuk perlindungan yang Allah berikan kepada kita dari apa yang tidak mampu untuk telinga ini dengarkan. Dan keterbatasan kita dalam berusaha adalah untuk melindungi hati dan jiwa kita dari sifat sombong yang menghancurkan, sehingga ketika upaya kita terbentur pada dinding pembatas itu kita akan kembali kepadaNya dan memohon untuk diberikan jalan lain dan kekuatan baru untuk menempuhnya.

Ada orang begitu cepat melihat letak batasan- batasan itu, sehingga ketika dia berjalan dan menjelang sampai pada titik itu maka dia akan pelankan langkah kemudian berhenti.Dan ada pula mereka yang sulit mengenali batasan batasan itu sehingga seringkali harus menabraknya baik pelan atau keras dan barulah dia yakin itu batas kemampuannya kemudian dia berhenti.
Batasan itu Allah letakkan bukanlah sebagai titik pemberhentian dari sebuah perjuangan melainkan sebagai tempat untuk kita sejenak berfikir mengevaluasi dari apa yang telah kita lakukan dan kemudian kembali berjalan dengan cara yang berbeda.

Sadar akan keterbatasan itu akan membawa kita kepada upaya juang yang tidak menyakitkan dan kebergantungan yang menguatkan..

HnR

Credit Tumbnail pic :
https://www.google.co.id/search?biw=1252&bih=562&tbm=isch&sa=1&q=batas+kemampuan&oq=batas+kemampuan&gs_l=psy-ab.3..0i19k1l3j0i5i30i19k1.9151.19483.0.19780.31.31.0.0.0.0.194.3305.0j27.27.0....0...1.1.64.psy-ab..4.27.3295...0j0i24k1j0i67k1j0i30k1j0i5i30k1.DvT8bVEYbcc#imgrc=2KO1a6iwNpXy7M:

  • view 47