Catatan Demit 02: Tertawa Oleh Fakta (Bagian Awal)

Hida Padni
Karya Hida Padni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Desember 2016
Catatan Demit 02: Tertawa Oleh Fakta (Bagian Awal)

Malam itu saya datang belakangan, dan langsung disambut tawa riuh rekan-rekan satu geng Demit. “Wah, hackernya datang, hackernya datang...” seru mereka berlima. Dan Aku Cuma bisa bisa cengengesan tak karuan. Tadinya kupikir mereka tengah mengungkit dulu jaman masih keren-kerennya trick hack facebook yang nyebar kenceng di mayaloka alias internet. Tapi ternyata, ujung punya ujung mereka membicarakan tentang cerita saudara Linggar atau yang biasa akrab disapa Mas Combro. Tentang berbincangan kecilnya dengan Pak Satpam yang berakhir sebagai riuh canda di tempat kerja.

Bagaimana tidak jadi bahan candaan coba? Pertama, karena ceritanya yang 180° meleset dari kejadian yang sebenarnya. Dan kedua, karena menyangka Aku seorang hacker. Lalu ketiga dan selanjutnya, karena cuma Aku satu-satunya yang kena, sementara yang lain cuma nyumbang tawa.

Perlu flashback ke malam tiga bulan yang lalu untuk memperjelas atau meluruskan faktanya.

Jadi ceritanya kita sudah berapa kali ngalamin mau masuk kantor tapi gerbangnya dikunci dan Pak Satpamnya gak mau bukain. Padahal kita sudah teriak-teriak manggil cuma si satpamnya tetep gak denger (baca: #BUDEG). Walhasil, karena dongkol sudah berapa kali mengalami sambutan enek demikian, akhirnya nekat juga manjat itu pagar kantor (Mission Imposible dimulai). Giliran sudah manjat dan sudah mau start job kita, eh mendadak ada yang kepikiran buat bangunin itu satpam (positive thinking) barangkali memang beneran merem (Atau beneran budeg).

Tok Tok Tok!

"Pak," kata saya sopan, ramah and keep calm. "Bisa tolong bukain pintunya?"
Eh ternyata si satpam nggak budeg dan tidak juga sedang merem. Tengah asik nonton TV sambil ngumpet di samping Meja TV. Begitu melihat saya dan mendengar ucapan saya, langsung saja itu satpam melek dan mendadak hilang budegnya.

"Tutup mas! Iya saya denger kok situ manggil-manggil. Nggak ngurusin! Situ pada pernah beli voucher juga enggak!"

DOOONK!!

Jadi masalahnya, adalah karena kita geng Demit tidak pernah beli Voucher yang notabene, dengan kita beli voucher yang disediakan satpam kita itu nyumbang Rp.1000,- per voucher buat doi. Karenanya itu satpam menolak membukakan pintu ke kita. Dan jelas sudah bukan karena itu orang budeg seperti yang selama ini kita kira.

  • view 197