Catatan Demit 01: Tertawa Oleh Fakta (Bagian Akhir)

Hida Padni
Karya Hida Padni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 November 2016
Catatan Demit 01: Tertawa Oleh Fakta (Bagian Akhir)

Tidak semua tawa lahir dari sebuah canda. Karena terkadang fakta tak memberi kita pilihan selain tertawa.

Dapat cerita dari salah satu teman ngantor, bahwa siang kemarin salah seorang teman ada yang datang ke kantor untuk mencari saya. Pak Linggar namanya. Pak Linggar dulu pernah juga satu kantor sama saya. Lama nggak jumpa, Pak Linggar mendadak berkunjung ke kantor dan kebetulan saya tidak sedang ada. Beliau tanya ke satpam jaga. “Pak, maaf mau tanya. Teman saya yang gondrong masih sering datang ngantor nggak ya?” kata Pak Linggar.

“Oh, masih pak. Tapi semenjak dimarahi teman saya, orangnya jadi jarang-jarang datang.” Tutur Pak Satpam jaga. “Waktu itu teman saya kebetulan sudah ngantuk banget dan pengin istirahat. Eh malah orangnya nekat manjat pagar terus ketok-ketok jendela.”

Teman saya cuma diam termanggut-manggut padahal dalam hati heran bertanya-tanya. Baru juga Pak Linggar hendak beranjak, si satpam sudah kembali berkata. Kali ini dengan muka tak kalah heran darinya. “Dia kok bisa akses gratis terus, emangnya dia hacker?”

Sempat bingung mau jawab bagaimana, akhirnya sambil tawa-tawa kecil Linggar berkata, “Oh, itu saya juga kurang tahu pak.”

 

 

 

By: Hida

  • view 153