Bahasa Jawa Adalah Warisan Budaya

Hida Padni
Karya Hida Padni Kategori Renungan
dipublikasikan 11 Agustus 2016
Bahasa Jawa Adalah Warisan Budaya

Miris rasanya melihat para orang tua sekarang ini lebih mengajarkan anak-anak mereka Bahasa Indonesia dan justru mengesampingkan bahasa daerah mereka, dalam hal ini Bahasa Jawa karena saya sendiri berasal dan tinggal di Jawa. Bahasa yang merupakan sarana penting dalam berkomunikasi, juga menjadi bagian dari suatu budaya yang melekat pada diri suatu bangsa. Lantas apa yang kemudian akan terjadi jika secara perlahan masyarakat mulai melupakan bahasa mereka sendiri?

Bahasa Indonesia memang merupakan Bahasa yang menjadi lambang pemersatu Bangsa Indonesia. Namun jangan karena alasan bersatu lantas kita melupakan siapa diri kita. Bahasa Daerah juga tak kalah pentingnya. Dan ironisnya, justru semakin dilupakan oleh orang-orangnya.

Bukan tidak mungkin bila suatu saat Bahasa Jawa hilang dari dunia, jika saat ini saja telah tak terhitung orang tua yang lebih mengajarkan anak mereka Bahasa Indonesia tanpa mengenalkan Bahasa Jawa pada generasi penerus mereka. Tak banyak anak-anak yang paham artinya berkata, “Inggeh, dalem,” saat ada seseorang yang lebih tua memanggil. Dan tentunya itu tak lepas dari peran orang tua dalam mengajarkan anak-anak mereka menggunakan bahasa. Sementara di era modern sekarang ini komunikasi menggunakan bahasa sangatlah diperlukan. Lantas mana yang harusnya lebih dulu diajarkan? Bahasa Indonesia yang adalah Bahasa Pemersatu Bangsa, atau Bahasa Jawa sebagai landasan budaya? Kebijakan orang tua lah yang nantinya menentukan bagaimana seorang anak akan berkembang. Karena baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa, keduanya sama-sama penting dan memiliki peran masing-masing.

 

 

 

By: Hida

  • view 191