Sabtu Malam Bersamamu

Heru Pramono
Karya Heru Pramono Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Oktober 2016
Sabtu Malam Bersamamu

“Duh, mas waiting list ig piye?” Tanyamu
“Ya, gak apa-apa tunggu dulu” jawabku

Setelah order tempat kita cari tempat duduk untuk sekedar menunggu panggilan. Sesekali kita membuka buku menu sambil memilih apa yang akan di pesan nanti.

“aku pengen nasi ah, daritadi pagi belum makan nasi” kataku sambil menunjuk menu yang bergambar nasi
“Eh, tapi ada telor ceploknya semua aku gak suka, aku mie aja deh” lanjutku sambil mengangkat sedikit senyum
“Hmm…aku ini Indomie goreng chili beef” katamu sambil menunjuk gambar mie yg pedesnya gila
“Kamu gak sama nasi putih mas?” Tanyamu
“Enggak ah, mie aja cukup kayaknya porsinya” jawabku
“Sama alpukat oreo ya” senyumku tipis
“Oke, aku greentea lovers sama air mineral satu” katamu

Setelah selesai melihat daftar menu dan menentukan mana yang akan dipesan, sembari menunggu kamu membuka sebuah kotak yang isinya permainan yang di sediakan oleh tempat kita makan

“Mas, mainan ular tangga aja mas, klo monopoli kelamaan” katamu
“Ya udah siapa yg mulai duluan” tanyaku
“Ya banyak-banyakan dulu lah mas” jawabmu
“Oke” kataku sambil memutar dua buah dadu

Beberapa kali kita saling memutar mata buah dadu akhirnya aku yang pertama keluar jadi pemenangnya.
Ronde kedua kini giliranmu yang jadi pemenang.
“Ah, kalah menang tak aku pikirkan yang penting malam ini aku bisa bersamamu.” Kataku dalam hati.

Setelah melewati beberapa kotak, kamu pun berhenti pada satu kotak yang berisi gambar ular.
“Turun?” Kataku sambil ketawa kecil
“Ah, wes ah mas aku emang gak jago” katamu sambil senyum
“Iya kamu emang gak jago dalam hal main ular tangga, tapi kamu jago dalam hal senyum” batinku berbisik.

Akhirnya kamu pun mengkonfirmasi sama mas-mas penjaga pintu yang kerjaannya manggil siapa saja yang sudah sampe daftar panggil namanya. Sekedar untuk menanyakan sudah sampe mana dan harus antri berapa lama lagi.
Tak lama kemudian namamu dipanggil, kita berdua masuk kebetulan dapet no B27. Kemudian kita order sesuai yang direncanakan dari awal.

“Alpukatnya habis mas” kata mbak-mbak kasir yang aku ketahui namanya vero dilihat dari papan namanya.
“Ya sudah mbak ganti aja sama Mochilla Monster” kataku
“Saya ulangi ya pesanannya, satu air mineral, satu greentea lovers, satu mochilla monster, satu indomie goreng chili beef, sama satu indomie rebus tek-tek ori, ya” kata mbak-mbak kasir
“Iya” kataku mengkonfirmasi
Setelah memesan dan membayar kita menuju meja B27, sambil menunggu pesanan.

“Mas, km g foto atau video?” Tanyamu mengingatkan
“Ben ketok nek malem minggumu ora neng omah ngono lho mas” lanjutmu sambil ketawa tipis
“Isin lah ono kamu og” jawabku

Aku membuka handphone dan memainkan layarnya berasa ada pesan padahal hanya melihat dan memutar menu saja. mungkin kita jangan pernah meremehkan hal kecil seperti halnya pertemuan yang singkat, namun buat seseorang barangkali itu pertemuan yang berkesan. Ucapkan terimakasih pada seseorang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupmu hanya sekedar ucapan sebagai pengganti waktu luangnya. karena, tidak semua orang rela meluangkan waktunya hanya untuk sekedar makan malam bersamama.

“Mas, ojo mbok deloki ya aku meh selfie” katamu sambil senyum malu
Aku cuma senyum melihatmu senyum selfie.

Setelah lama menunggu akhirnya pesanan datang juga. Di sela-sela makan kita ngobrol, entah apa yang jd bahan obrolan yang jelas aku menikmati malam itu. Ya, sabtu malam bersamamu.

  • view 155