Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik dan Murah

hero bayan
Karya hero bayan Kategori Inspiratif
dipublikasikan 19 Agustus 2017
Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik dan Murah

Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik dan Murah - Halo kawan semua sahabat inspirasi, banyak hal kita tdak tahu, tapi sebenarnya sangat penting, ketika memilih asuransi kesehatan yg terbaik utk keluarga kita. Ini tujuh tips bagaimana cara memilih asuransi kesehatan yg tepat.

 

Saya ingin semua orang di Indonesia bisa memilih produk asuransi yg manfaatnya sesuai kebutuhannya. Bukan karena pilihan si agent atau bujukan teman, tapi karena memang itu pilihan dia atas dasar pemahaman apa kebutuhannya.

Tapi, utk itu, mereka harus tahu bagaimana cara memilih yg baik.

Temuan – temuan di lapangan saya rangkum, renungkan kembali, & diskusikan dgn teman – teman di asuransi, kemudian intisarinya saya tuangkan dlm tujuh tips cara memilih asuransi kesehatan dibawah ini.

1. Ajukan Ketika Sehat

Pernah saya menerima email dari seseorang yg ingin mengasuransikan ibunya yg saat itu sedang dirawat di ICU sebuah rumah sakit di pinggiran Jakarta. Dia mengaku, “ saya baru sadar betapa pentingnya asuransi setelah ibu saya masuk rumah sakit”.

Saya jawab, “terima kasih atas kesadaran Anda. Tapi, dugaan saya, kecil sekali kemungkinan perusahaan asuransi akan menerima permohonan asuransi kesehatan Ibu Anda. Saran saya, lebih baik Anda yg segera mengambil asuransi kesehatan”. Email saya tdak dijawab. Tdak tahu dia kecewa atau kaget atas jawaban itu.

Di dlm asuransi kesehatan dikenal yg namanya ketentuan ‘pre – exisiting condition’. Kondisi penyakit yg sudah ada sebelum Anda menjadi nasabah asuransi kesehatan. Penyakit – penyakit yg sudah ada ini umumnya tdak ditanggung oleh pihak asuransi. Walaupun, dlm kondisi tertentu bisa saja perusahaan asuransi mau menanggungnya.

Poinnya sederhana, ajukan diri Anda ke asuransi, ketika sehat. Saat sudah sakit, sangat besar kemungkinan asuransi menolak permohonan Anda.

Hukum kerja di asuransi adalah hukum kemungkinan. Dari setiap polis yg diterbitkan ada kemungkinan nasabah sehat, ada kemungkinan nasabah sakit. Kemana nantinya nasabah, sakit atau tdak, tdak ada yg tahu. Makanya, perusahaan asuransi bisa beroperasi & untung.

Kalau nasabah yg diterima sudah sakit, asuransi pasti rugi karena biaya rumah sakit lebih besar dari premi polis. Makanya perusahaan asuransi tdak mau terima nasabah yg sudah menderita sakit. Mereka lembaga profit, bukan lembaga sosial.

Jadi, jika merasa butuh asuransi kesehatan, ajukan saat ini juga. Jgn ditunda. Semakin cepat, semakin baik karena semakin kecil kemungkinan sudah punya penyakit, semakin besar kemungkinan disetujui permohonannya.

2. Ajukan Usia Muda

Makin bertambah usia, apakah risiko sakit atau kematian makin tinggi? Of course, iya. Itu sudah hukum alam.

Perusahaan asuransi memperhitungan premi asuransi kesehatan berdasarkan hukum tersebut. Meskipun kondisi sehat, orang berumur lebih tua membayar premi lebih mahal dari yg umur lebih muda. Umur menentukan tingkat premi.

Karena itu, ajukan asuransi sedini mungkin. Pertama, Anda menghemat karena membayar premi asuransi kesehatan lebih murah. Kedua, risiko sudah terkena penyakit lebih kecil disaat muda, sehingga kemungkinan diterima asuransi lebih besar.

Sayangnya, saya melihat banyak teman – teman yg masih muda & punya cukup pendapatan (utk bayar premi) enggan mengambil asuransi. Alasannya, merasa sehat & melihat asuransi sebagai biaya. Tdak menganggap manfaat asuransi sesuatu yg tangible, yg bisa dilihat & dinikmati (gadget itu tangible). Ini tentu pemikiran yg salah.

3. Jgn Cash Plan

Seorang ibu pernah kirim email ke saya menunjukkan penawaran premi asuransi kesehatan yg cukup murah. Waktu itu, preminya separuh dari yg saya miliki dgn ketentuan kamar 1 juta per hari, sementara jatah kamar asuransi saya 800 rb per hari. Jadi asuransi yg saya pilih, terlihat tdak menarik, premi lebih mahal & tariff kamar lebih rendah.

Selidik punya selidik. Saya tahu alasannya, kamar 1 juta per hari yg disebutkan ibu tadi adalah jenis asuransi yg disebut cash plan. Cash-plan adalah jenis asuransi dgn manfaat berdasarkan berapa lama dirawat inap. Misal dirawat 10 hari, asuransi mengganti 1 juta kali 10 hari, yaitu 10 juta. Tanpa melihat lagi berapa tagihan sebenarnya.

Sedangkan, asuransi kesehatan yg baik adalah yg melakukan penggantian berdasarkan tagihan biaya – biaya perawatan di rumah sakit. Ada biaya kamar, biaya dokter, biaya obat, biaya lab, biaya operasi, biaya spesialis & lain – lain, dimana masing – masing memiliki plafond sendiri – sendiri. Sehingga dgn skema ini, kecil kemungkinan mengalami overplafond yg mengharuskan kita merogoh kocek sendiri utk membayar tambahan biaya yg tdak ditanggung asuransi.

Cash plan itu terlihat murah dgn premi yg lebih rendah. Tapi kalau kita hitung dgn baik, membandingkan premi versus manfaatnya, cash plan menjadi mahal.

Jadi cash plan jgn diambil? Boleh saja diambil. Tapi, Anda harus punya terlebih dahulu asuransi kesehatan yg mengganti berdasarkan rincian tagihan biaya perawatan di rumah sakit. Cash plan sebaiknya menjadi proteksi tambahan, misalnya utk mengganti pendapatan yg hilang (contoh enterpreneur) karena tdak bisa bekerja selama dirawat inap di rumah sakit.

4. Syarat Rawat Inap

Awalnya, saya berpikir bahwa anytime dirawat inap saya bisa mengajukan klaim ke asuransi. Nyatanya tdak.

Ada syarat – syaratnya. Pihak asuransi menetapkan aturan mengenai rawat inap, sebagai berikut:

Rawat inap harus dilakukan di rumah sakit. Artinya jika rawat inap di klinik, pihak asuransi tdak akan menggantinya. Pastikan dgn pihak asuransi, apa yg dimaksud rumah sakit.
Berapa lama rawat inap menjadi persyaratan. Ada yg menetapkan 1 hari rawat inap sudah bisa diklaim, tapi ada yg mengharuskan minimal 2 hari rawat inap. Ada yg hanya di UGD (tdak perlu masuk kamar dulu) selama minimal beberapa jam, sudah bisa diklaim karena masuk kategori rawat inap. Persyaratan ini harus jadi pertimbangan saat mengevaluasi penawaran asuransi. Tanyakan ke agen soal ketentuan rawat inap ini.


5. Asuransi Keluarga

Buat yg sudah berkeluarga, pasti asuransi kesehatan diperutkkan utk lebih dari satu orang. Contohnya, saya mengajukan tiga orang anggota keluarga – orang tua & anak.

Pertanyaannya, apakah perlu beli beberapa polis utk masing – masing anggota, atau cukup beli satu polis utk semua anggota keluarga? Apa bedanya?

Beli satu polis lebih murah dari beli beberapa polis utk satu keluarga. Saya sudah cek ke beberapa asuransi & membandingkan premi yg perlu dibayar.

Ini karena asuransi kesehatan, terutama di unit-link, adalah rider (asuransi tambahan) dari asuransi utamanya yaitu asuransi jiwa. Dgn beli polis terpisah, itu artinya semua anggota keluarga harus membeli asuransi jiwa. Sementara mungkin saja, tdak semua anggota keluarga butuh asuransi jiwa (misal hanya pencari nafkah utama yg butuh, anak atau istri/suami tdak butuh).

Oleh karena itu, Anda lebih baik mencari asuransi kesehatan yg bisa menanggung satu polis utk satu keluarga. Ada? Ada. Saya sudah mengambilnya.

6. Double – Claim

Dgn inisiatif pemerintah meluncurkan program jaminan kesehatan nasional, hampir semua orang saat ini sudah memiliki jaminan kesehatan. Meskipun begitu, banyak yg belum puas dgn fasilitas kesehatan tersebut & ingin membeli asuransi kesehatan tambahan.

Di lain pihak, rumah sakit hanya mengeluarkan satu kwitansi asli. Kalau begitu, klaim terancam tdak bisa dilakukan terhadap asuransi tambahan. Bagaimana bisa mengambil asuransi lain jika begitu?

Itu tdak perlu terjadi jika pihak asuransi menerima double – claim. Itu artinya salah satu pihak asuransi kesehatan mau menerima kwitansi legalisir (tdak perlu kwitansi asli) utk membayar klaim. Ini membuat proses double – claim dapat dijalankan.

Meskipun saat ini hanya punya satu asuransi, Anda harus antisipasi bahwa selalu ada kemungkinan memiliki asuransi kesehatan lain. Karena itu, pilih asuransi yg bisa menerima double – claim.

7. Asuransi Murni

Saya pernah membaca seorang pengamat Reksadana menulis di kolomnya bahwa dia ‘terpaksa’ memilih asuransi kesehatan unit – link karena tdak ada asuransi kesehatan murni. Padahal, dia sudah punya investasi di Reksadana.

Dlm unit link ada porsi investasi, sehingga pengamat ini yg membeli asuransi kesehatan unit link sebenarnya melakukan pemborosan karena dia sudah punya investasi di Reksadana. Lebih baik uangnya digunakan utk menambah investasinya di Reksadana.

Saya tdak bilang jgn membeli unit link. Tdak sama sekali. Beli produk yg memang sesuai kebutuhan Anda, itu pesan saya.

Artinya, kalau anda sudah punya investasi, misalnya di Reksadana, emas, properti, mengapa perlu beli produk asuransi yg punya unsur investasinya. Lebih baik beli produk asuransi kesehatan murni yg tdak punya unsur investasi.

Premi asuransi kesehatan murni lebih murah dibandingkan asuransi kesehatan unit link. Atau jika preminya sama, manfaatnya lebih besar di asuransi kesehatan murni.

Pesannya jelas. Beli produk sesuai kebutuhan Anda. Kalau memang belum punya investasi, beli asuransi kesehatan unit link merupakan satu hal yg bisa dilakukan.


Kesimpulan

Asuransi bukan produk yg user-friendly seperti mobile phone atau tab. Apalagi asuransi kesehatan. Pengertian produknya cukup kompleks & banyak disclaimer-nya. Sayangnya, banyak yg tdak mau baca polis & belajar memahami pengertian asuransi kesehatan pilihannya. Akibatnya, pilihan kerap kurang tepat (premi mahal, manfaat kecil & lain – lain), yg berujung komplain sia – sia ketika klaim rawat inap tdak diganti sesuai harapan.

  • view 22