Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 20 Mei 2018   14:30 WIB
BII PKPPRI Dukung Langkah Tegas Preventif Presiden Joko Widodo

JAKARTA - Langkah preventif paling baik adalah bagaimana kita semuanya membersihkan lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, ruang publik, mimbar umum, dari ajaran ideologi sesat seperti terorisme.

Demikian diungkap oleh Presiden Joko Widodo dalam acara buka puasa bersama tokoh agama, di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu, Jumat (17/5/2018).

Hal ini pun mendapati respon dan dukungan dari pelbagai tokoh masyarakat, juga elemen masyarakat, diantaranya dari Ketua Badan Investigasi Independen PKPPRI, Darsuli. Ia mendukung dan sepakat atas langkah Presiden Joko Widodo tersebut.

Ketum Badan Investigasi Independen PKPPRI, Darsuli  juga menegaskan bahwa revisi Undang-undang antiterorisme yang sedang dibahas oleh pembuat UU kiranya perlu segera disahkan dan juga diundangkan guna penanganan terorisme.

“Hal ini tentunya memiliki dampak yang lebih panjang utnuk kelangsungan konsesus kebangsaan kita yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Bendera Merah Putih juga Bahasa Indonesia, oleh karena itu perlu dibahas bersama bagaimana formulasi yang tepat oleh segenap stakeholder,” ujar Darsuli, kepada Media ini, Minggu (20/5/2018).

Darsuli juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang berani memulai dalam pemikiran, syukur dalam pelaksanaannya dalam mencegah terorisme, ekstrimisme agar tidak tumbuh subur, yang mana hal tersebut tidak akan subur bila Pemerintah sebelumnya tidak membiarkannya.

“Artinya sikap Jokowi tegas dalam hal ini patut dan layak di dukung, sikap langkah pemikiran Jokowi layak disebut sebagai seorang demokrat bukan seorang yang diktator atau represif sebagaimana perjuangan era reformasi yang mana para pejuangnya tidak senang dengan pemimpin dengan pendekatan represif dan tirani, namun cara-cara yang demokratis,” ujar Ketum BIIPKPPRI ini.

Karya : HERI HAERUDIN