Camat Tambora Buka Acara Festival Kampoeng Laksa di Jembatan Lima

Camat Tambora Buka Acara Festival Kampoeng Laksa di Jembatan Lima

Official News
Karya Official News Kategori Budaya
dipublikasikan 16 Mei 2018
Camat Tambora Buka Acara Festival Kampoeng Laksa di Jembatan Lima

JAKARTA – Camat Tambora Djaharuddin memberikan apresiasi atas terselengaranya acara Festival Kampoeng Laksa yang digelar di seputaran Jalan Laksa 4/5, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Minggu (13/5/2018). Secara resmi acara dibuka oleh Camat Tambora Djaharuddin

"Dengan mengucapkan bismillahirohmannirrohim, festival ini secara resmi saya buka," ujar Camat, disambut tepukan tangan para hadirin, di antaranya Lurah Jembatan Lima, Kesbang Walikota Jakarta Barat,  Perwakilan dari Unit Pengelolaan Kota Tua, RW setempat, H. Sudarto, Calon Senator DKI Jakarta dan tokoh masyarakat.

Camat dalam sambutannya memberikan apresiasi Festival Kampoeng Laksa, meski berjalan dengan sederhana.  "Saya kagum kepada panitia dapat melaksanakan festival ini dengan segala keterbatasannya," jelas Camat, menyebut  Karang Taruna yang bekerja all out hingga festival dapat berjalan.

Bahkan ke depan, Camat berjanji festival ini akan dilaksanakan secara rutin, lebih meriah dan menarik. "Apalagi kampung ini, asal muasal Laksa yang sangat terkenal sebagai makanan khas budaya Betawi," tuturnya.

Apalagi, kawasan Jembatan Lima menjadi sub bagian dari destinasi wisata Kota Tua, sehingga keberadaan festival ini sangat menarik. "Lewat kuliner budaya Betawi maupun heritage yang ada di sini, dapat meningkatkan potensi wisata Kota Tua," tambah Camat.

Di festival ini, dijajakan makanan khas laksa seperti laksa betawi, soto betawi, dadar gule dan juga ada kue dongkal, ongol-ongol dan kuliner lainnya. Lalu cindera mata berupa miniatur ondel-ondel, minuman segar dan busana-busana khas Betawi.

Selain itu ditampilkan beberapa pentas seni, seperti pencak silat  baik palang pintu saat menyambut undangan, jurus-jurus tertentu yang menjadi khas silat betawi, shalawatan dan lenong Fatimeh yang ditampilkan Karang Taruna Kampung Krendang, Jakarta Barat.

"Ada tiga S ciri orang Betawi, yaitu sholat, shalawatan dan silat. Kalau tidak 3 S, bukan orang Betawi," ungkap H. Arief, ustad yang juga salah satu tokoh masyarakat kawasan Kota Tua. (rls/Heri)

  • view 37