Front Pemuda Islam Indonesia (FPII), Sebut Kinerja Dirut Telkom Telah Gagal

Official News
Karya Official News Kategori Politik
dipublikasikan 11 April 2018
Front Pemuda Islam Indonesia (FPII), Sebut Kinerja Dirut Telkom Telah Gagal

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang meliputi perbaikan sarana ibadah, akses air bersih hingga fasilitas pendidikan berupa BLC dan i-CHAT tersebut menghabiskan dana hingga Rp 3,95 Miliar Rupiah.

“Kami menilai pemberian bantuan untuk salah satu rumah ibadah di salah satu Kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggunakan anggaran 3,5 Miliar cendrung diskriminatif dan memang pada kenyataannya apa yang di sampaikan yang menjadi semangat pada kegiatan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Diskriminasi terlihat sangat terang benderang dalam kegiatan ini”, ujar Natsir Al Bimantani Koordinator Front Pemuda Islam Indonesia (FPII) dalam Konferensi Pers di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (10/04/2018)

Menurut Natsir, sebagai Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga telah menciptakan diskriminasi bagi warga NTT. Alex J Sinaga dengan gaya kepemimpinan diskriminasinya tersebut berpotensi membuat masyarakat NTT saling mencurigai.

Selain kebijakan- kebijakan Telkom dibawah pimpinan Alex Sinaga cenderung dikriminatif terhadap agama tertentu, hal lain yang tidak mampu di perbaiki selama kepemimpinan Alex adalah soal pelayanan terhadap konsumen/pelanggan Indihome kian buruk yaitu sering byar pet. Ini sangat merugikan pelanggan.

“Belum lagi soal tata aturan dalam pengelolaan ‘Frekuensi’ yang amburadul dimana terkesan Alex berani melawan pemerintah selaku regulator. Hal ini membawa pengaruh buruk bagi pasar dan kepercayaan investor karena timbul ketidakpastian bisnis telekomunikasi”, tegas Natsir.

Kemudian kinerja Telkom sambung Natsir, selama Alex berkuasa juga jeblok. Hal ini dibuktikan dengan jatuhnya harga saham Telkom di pasar modal dan terus merosot sejak tahun lalu sampai sekarang. Investor dan pasar sudah mulai tidak percaya kepada direksi Telkom saat ini.

Yang teranyar, terkait dengan registrasi ratusan ribu kartu Telkomsel dengan 1 NIK alias kartu bodong yang kini ramai di DPR, menunjukkan adanya aksi haram korporasi. Ini kategori skandal yang terjadi dimasa Alex Sinaga jabat Dirut Telkom. Harus diungkap hingga terang benderang, beber Natsir.

Lanjut dia, apa yang terjadi di Telkom hari ini di bawah pimpinan  Alex J Sinaga tersebut, sesungguhnya tidak sesuai dengan semangat Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan mengakibatkan terhambatnya program Nawa Cita Presiden.

Untuk itu kami Front Pemuda Islam Indonesia (FPII) mendesak pemerintah hal-hal sebagai berikut. Pertama kata Natsir, Pecat Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga karena terbukti gagal mendongkrak kinerja PT Telkom Indonesia.

Kedua, segera ‘retool’ jajaran direksi yang di duga diskriminatif dan antek pihak tertentu.

Ketiga, evaluasi total kinerja manajemen PT Telkom Indonesia secara menyeluruh dan bersihkan dari unsur kontra Nawa Cita Presiden Jokowi. Demikian Natsir.***

Sumber : MMORR NEWS

  • view 66